PPKN

Semester 1

Fokus utama semester 1 adalah penguatan pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.

  • Bab 1: Belajar Pancasila dengan Menyenangkan
    • Materi ini membahas pengenalan dan pemahaman mendalam tentang setiap sila dalam Pancasila.
    • Contohnya, Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) mengajarkan untuk mengakui adanya Tuhan, menghormati semua agama dan kepercayaan, serta menjadikan agama sebagai landasan moral.
    • Siswa diajak untuk menemukan contoh-contoh sikap positif yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
  • Bab 2: Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama
    • Materi ini berfokus pada penerapan nilai-nilai Pancasila secara nyata.
    • Siswa diajak untuk membuat karya, seperti poster atau puisi, yang menggambarkan pengamalan salah satu sila Pancasila.
    • Contoh nyata pengamalan sila-sila Pancasila, seperti saling menghormati antar umat beragama (sila ke-1), membantu sesama (sila ke-2), dan bersatu meskipun berbeda (sila ke-3).
  • Bab 3: Mengenal Norma, Hak, dan Kewajiban
    • Siswa akan mempelajari pengertian dan macam-macam norma serta aturan yang berlaku dalam kehidupan.
    • Materi ini juga mencakup hak dan kewajiban sebagai warga negara, seperti hak mendapatkan pendidikan dan kewajiban mematuhi aturan.
    • Contoh perilaku sesuai norma, seperti mematuhi peraturan lalu lintas dan menghormati orang yang lebih tua.

Semester 2

Memasuki semester 2, materi akan lebih banyak membahas tentang sistem pemerintahan, peran Indonesia di kancah internasional, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  • Sistem Pemerintahan Republik Indonesia
    • Indonesia Sebagai Negara Demokrasi: Memahami konsep negara demokrasi dan kedaulatan rakyat.
    • Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat: Mekanisme pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada).
    • Lembaga-lembaga Negara: Pengenalan lembaga-lembaga negara sesuai dengan amandemen UUD 1945.
    • Pemerintah Pusat dan Daerah: Pembagian wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
  • Peran Indonesia di Kawasan Asia Tenggara
    • Hubungan Indonesia dengan Asia Tenggara: Sejarah dan dinamika hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga.
    • Peran Indonesia di ASEAN: Bentuk-bentuk kerja sama Indonesia dengan negara-negara anggota ASEAN di bidang ekonomi dan sosial budaya.
  • Peran Indonesia di Dunia Internasional
    • Politik Luar Negeri Bebas-Aktif: Prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
    • Peran dalam Organisasi Internasional: Keterlibatan Indonesia dalam organisasi seperti PBB dan Gerakan Non-Blok.
  • Provinsiku Bagian dari Wilayah NKRI
    • Materi ini membahas tentang provinsi sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
    • Siswa diajak untuk mengenali ciri khas provinsi tempat tinggalnya, seperti rumah adat, bahasa, dan kerajinan tangan.
    • Pemahaman tentang pembagian wilayah provinsi menjadi kabupaten/kota serta kepala daerahnya.

Sumber Belajar Tambahan

Untuk mempelajari materi lebih lanjut, kamu bisa mengakses buku paket resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui tautan berikut:

Berikut ini adalah bahan ajar lengkap untuk Bab 1: Belajar Pancasila dengan Menyenangkan, mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Bab “Belajar Pancasila dengan Menyenangkan” merupakan bab pertama dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas 6 SD. Materi ini merupakan kelanjutan dari pembelajaran sejarah perumusan Pancasila yang telah dipelajari di kelas V. Tujuannya bukan sekadar menghafal lima sila, tetapi memahami nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.


B. Capaian Pembelajaran (CP)

Berdasarkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran untuk fase C (kelas 6) adalah:

AspekCapaian
PancasilaPeserta didik mampu memahami dan menyajikan hubungan antarsila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh
Pandangan HidupPeserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara
PenerapanPeserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat

C. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi perbuatan baik dan menghubungkannya dengan nilai-nilai sila Pancasila
  2. Menjelaskan bahwa kelima sila Pancasila saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan nilai kebangsaan
  3. Menemukan contoh konkret penerapan Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
  4. Menguraikan makna Pancasila sebagai dasar, pandangan hidup, dan ideologi bangsa melalui analogi

D. Materi Pokok

1. Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup

Pancasila adalah dasar negarapandangan hidup, dan ideologi bangsa Indonesia. Kelima sila dalam Pancasila tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait dan membentuk satu kesatuan nilai moral, spiritual, dan sosial yang utuh.

2. Nilai-Nilai Pancasila dan Penerapannya

SilaBunyiLambangContoh Penerapan
Sila ke-1Ketuhanan Yang Maha EsaBintangRajin beribadah, menghormati keyakinan orang lain
Sila ke-2Kemanusiaan yang Adil dan BeradabRantai emasMemberi tempat duduk kepada orang tua/ibu hamil, membantu korban bencana
Sila ke-3Persatuan IndonesiaPohon beringinTidak membeda-bedakan suku/asal daerah, gotong royong
Sila ke-4Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanKepala bantengBermusyawarah mengambil keputusan, pemilihan ketua kelas
Sila ke-5Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaPadi dan kapasBangga menggunakan produk dalam negeri, berlaku adil

3. Hubungan Antar Sila Pancasila

Kelima sila Pancasila saling berkaitan. Contohnya:

  • Sila ke-1 dan ke-2: Menolong sesama (sila ke-2) merupakan cerminan dari iman kepada Tuhan (sila ke-1)
  • Sila ke-2 dan ke-3: Sikap adil dan menjaga persatuan merupakan cerminan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Kejujuran mencerminkan Sila ke-1 dan ke-2, sementara menjaga kerukunan mencerminkan Sila ke-3

E. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Memaknai Kebaikan di Sekitar Kita

Siswa membaca teks “Nilai-Nilai Pancasila adalah Kebaikan yang Saling Berhubungan” dan merefleksikan pengalaman pribadi dengan pertanyaan:

  • Mengapa kita perlu berbuat baik kepada semua ciptaan Tuhan?
  • Bagaimana hubungan antara Sila ke-1 dan Sila ke-2 dalam tindakan menolong sesama?
  • Mengapa sikap adil dan menjaga persatuan merupakan cerminan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab?

Aktivitas 2: Menjadi Wartawan Cilik

Siswa berlatih mewawancarai guru, kepala sekolah, atau staf tentang penerapan nilai Pancasila di sekolah. Mereka menggali pandangan tentang kejujuran, toleransi, dan cara menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai. Setelah wawancara, siswa berdiskusi kelompok untuk menemukan sila-sila apa saja yang tercermin dari jawaban narasumber.

Aktivitas 3: Menemukan Pancasila dalam Permainan Tradisional

Siswa bermain permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, atau tarik tambang. Melalui permainan ini, siswa belajar nilai-nilai Pancasila seperti kerja sama, kejujuran, dan sportivitas secara langsung dan menyenangkan.

Aktivitas 4: Puzzle Pancasila

Guru menyiapkan puzzle gambar Garuda Pancasila yang sudah dipotong. Siswa secara berkelompok menyusun puzzle sambil mendiskusikan makna setiap lambang sila.

Aktivitas 5: Membuat Poster

Setiap kelompok mendapat satu sila Pancasila dan membuat poster sederhana tentang penerapan sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


F. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Sila ke berapa yang dilambangkan dengan simbol kepala banteng?
    • A. Keempat ✅
    • B. Pertama
    • C. Kedua
    • D. Ketiga
  2. Sila Pancasila yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dilambangkan dengan …
    • A. Padi dan kapas
    • B. Pohon beringin
    • C. Rantai emas ✅
    • D. Kepala banteng
  3. “Persatuan Indonesia” adalah bunyi Pancasila yang terdapat pada sila ke-…
    • A. 3 ✅
    • B. 1
    • C. 4
    • D. 2
  4. Bermusyawarah bersama untuk mengambil keputusan bersama merupakan pengamalan Pancasila sila ke-…
    • A. Ketiga
    • B. Keempat ✅
    • C. Kedua
    • D. Pertama
  5. Rajin beribadah dan menghormati keyakinan yang berbeda menunjukkan pengamalan sila ke-…
    • A. Ketiga
    • B. Kelima
    • C. Pertama ✅
    • D. Keempat

B. Soal Esai

  1. Jelaskan mengapa kelima sila Pancasila tidak dapat berdiri sendiri!
  2. Berikan 3 contoh pengamalan sila ke-3 (Persatuan Indonesia) di lingkungan sekolah!
  3. Bagaimana hubungan antara Sila ke-1 dan Sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari?

G. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
  • Berkebinekaan global – menghargai keragaman
  • Gotong royong – bekerja sama untuk kepentingan bersama
  • Bernalar kritis – mampu menganalisis keterkaitan antar sila
  • Kreatif – melalui pembuatan poster dan karya lainnya

H. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
LKPDLembar Kerja Peserta Didik Bab 1 “Belajar Pancasila dengan Menyenangkan”
MediaLCD proyektor, komputer/laptop, pengeras suara, jaringan internet
Sumber LainE-book, laman E-learning, video pembelajaran interaktif
AplikasiAplikasi “Pend Pancasila Kelas 6 Merdeka” di Google Play

I. Catatan untuk Guru

Pembelajaran bab ini sebaiknya menerapkan pendekatan Deep Learning dengan tiga prinsip utama:

  1. Bermakna (Meaningful) – siswa memahami relevansi Pancasila dalam hidupnya
  2. Menyenangkan (Joyful) – belajar melalui bermain, berdiskusi, dan bereksperimen
  3. Penuh Kesadaran (Mindful) – siswa merenungkan dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila

Belajar Pancasila dengan menyenangkan berarti belajar menjadi manusia Indonesia seutuhnya — yang beriman, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa.

Berikut ini adalah bahan ajar lengkap untuk Bab 2: Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama, mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Bab “Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama” merupakan kelanjutan dari Bab 1 yang telah mempelajari nilai-nilai Pancasila secara teoritis. Pada bab ini, siswa diajak untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Pancasila bukan sekadar hafalan lima sila yang dibacakan setiap upacara, melainkan jantung kehidupan bangsa, fondasi yang menopang seluruh tatanan sosial, hukum, dan moral warga negara Indonesia.


B. Capaian Pembelajaran (CP)

Berdasarkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran untuk fase C (kelas 6) adalah:

AspekCapaian
PancasilaPeserta didik mampu memahami dan menyajikan hubungan antarsila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh
Pandangan HidupPeserta didik mampu mengidentifikasi dan menyajikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara
PenerapanPeserta didik mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat

C. Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Menguraikan makna Pancasila sebagai dasar, pandangan hidup, dan ideologi bangsa melalui analogi
  2. Menjelaskan bahwa Pancasila adalah pemersatu bangsa
  3. Mengidentifikasi contoh-contoh pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
  4. Mempraktikkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan nyata di lingkungan sekitar

D. Materi Pokok

1. Pancasila sebagai Dasar Negara (Fondasi Bangsa)

Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea keempat, yang berbunyi: “…susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Maknanya: Pancasila sebagai dasar negara berarti kelima sila Pancasila merupakan pedoman hidup masyarakat Indonesia. Nilai dalam Pancasila adalah nilai mendasar untuk dijadikan pedoman peraturan dan dasar norma di Indonesia.

Analogia Sederhana: Sebuah bangunan tidak akan berdiri kokoh tanpa dasar yang kuat. Begitu pula dengan sebuah negara yang tanpa Pancasila akan mudah goyah.

2. Pancasila sebagai Pandangan Hidup (Kacamata Hati)

Pancasila adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap kehidupan. Sebagai pandangan hidup, Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral dan etika dalam mengambil keputusan.

Analogia Sederhana: Jika kita memakai kacamata berwarna merah, semua yang kita lihat akan tampak kemerahan. Begitu pula jika kita “memakai kacamata Pancasila”, maka cara kita melihat dan menyikapi segala sesuatu akan didasari oleh nilai-nilai Pancasila: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan.

3. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa (Kompas Arah)

Pancasila adalah ideologi bangsa yang mengarahkan cita-cita bersama. Ia menjadi kompas yang menuntun bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

4. Hubungan Antar Sila dalam Pengamalan

Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan saling berkaitan. Berikut contoh hubungan antar sila:

  • Sila ke-1 dan ke-2: Menolong sesama (sila ke-2) adalah wujud pengamalan iman kepada Tuhan (sila ke-1)
  • Sila ke-2 dan ke-3: Sikap adil dan menjaga persatuan adalah cerminan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Sila ke-4 dan ke-5: Hasil musyawarah harus mengutamakan keadilan bagi seluruh rakyat

E. Tabel Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

SilaBunyiContoh Pengamalan di SekolahContoh Pengamalan di Masyarakat
Sila ke-1Ketuhanan Yang Maha EsaBerdoa sebelum dan sesudah belajar, menghormati teman yang berbeda agamaRajin beribadah, menghormati pemeluk agama lain, tidak memaksakan keyakinan
Sila ke-2Kemanusiaan yang Adil dan BeradabMembantu teman yang kesulitan, tidak mengejek temanMenolong korban bencana, bersikap sopan kepada semua orang
Sila ke-3Persatuan IndonesiaBermain dengan semua teman tanpa membedakan suku/agamaGotong royong membersihkan lingkungan, tidak terprovokasi isu SARA
Sila ke-4Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanMengikuti pemilihan ketua kelas, bermusyawarah dalam diskusi kelompokMengikuti pemilu, menyelesaikan masalah melalui musyawarah
Sila ke-5Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaMembagi tugas secara adil dalam kelompok, tidak pilih kasihMembayar pajak, membantu fakir miskin, menggunakan produk dalam negeri

F. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Eksperimen Fondasi Bangsa (Pancasila sebagai Dasar Negara)

Siswa membangun menara dari balok kayu, lego, atau kardus bekas dalam dua percobaan:

  1. Menyusun menara tanpa memperhatikan fondasinya
  2. Menyusun ulang menara dengan dasar yang kuat dan lebar

Ketika menara pertama roboh, anak-anak langsung menyadari bahwa bangunan tanpa fondasi yang kuat mudah runtuh. Guru kemudian mengajak diskusi: “Jika negara Indonesia diibaratkan sebagai bangunan besar, apa yang menjadi fondasinya?”

Aktivitas 2: Melihat Dunia Lewat “Kacamata Pancasila” (Pandangan Hidup)

Guru menyediakan kacamata sederhana dari mika berwarna merah, biru, dan kuning. Siswa mengamati gambar berwarna tanpa kacamata, lalu melihatnya kembali dengan berbagai warna mika. Hasilnya berbeda!

Pertanyaan Refleksi:

  • “Apakah kacamata bisa mengubah cara kita melihat dunia?”
  • “Jika kacamata adalah cara berpikir, bagaimana jadinya jika kita memakai kacamata Pancasila?”
  • “Bagaimana seharusnya bersikap kepada teman yang berbeda agama atau budaya?”

Aktivitas 3: Wawancara Warga Sekolah

Siswa mewawancarai guru serta pegawai sekolah untuk mendapatkan contoh nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas 4: Mencari Pengamalan Pancasila Tersembunyi

Siswa melakukan aktivitas seru mencari contoh-contoh pengamalan Pancasila yang tersembunyi di lingkungan sekolah.

Aktivitas 5: Refleksi Kebahagiaan Bersama

Di akhir pembelajaran, siswa diajak melakukan refleksi sederhana: “Apa yang bisa kita lakukan agar tercipta kebahagiaan di keluarga, sekolah, dan masyarakat?” Pertanyaan ini membantu mereka menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian sosial sejak dini.


G. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 alinea ke…
    • A. Pertama
    • B. Kedua
    • C. Ketiga
    • D. Keempat ✅
  2. Mengikuti pemilihan ketua kelas merupakan pengamalan Pancasila sila ke-…
    • A. Kedua
    • B. Ketiga
    • C. Keempat ✅
    • D. Kelima
  3. “Bangunan tanpa fondasi yang kuat akan mudah runtuh.” Analogi ini menggambarkan fungsi Pancasila sebagai…
    • A. Pandangan hidup
    • B. Dasar negara ✅
    • C. Ideologi bangsa
    • D. Semboyan bangsa
  4. Jika kita “memakai kacamata Pancasila”, maka cara kita memandang kehidupan harus didasari oleh nilai-nilai Pancasila, kecuali…
    • A. Ketuhanan
    • B. Kemanusiaan
    • C. Individualisme ✅
    • D. Persatuan
  5. Saling menghormati antarumat beragama adalah pengamalan Pancasila sila ke-…
    • A. Pertama ✅
    • B. Kedua
    • C. Ketiga
    • D. Keempat

B. Soal Esai

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai dasar negara!
  2. Berikan 3 contoh pengamalan sila ke-3 (Persatuan Indonesia) di lingkungan sekolah!
  3. Bagaimana hubungan antara Sila ke-1 dan Sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari?
  4. Mengapa gotong royong penting untuk menciptakan kebahagiaan bersama?
  5. Apa yang akan terjadi jika sebuah negara tidak memiliki dasar negara yang kuat?

H. Pemahaman Bermakna

Pancasila mengajarkan bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa Indonesia. Pembelajaran ini menginspirasi untuk menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan, serta memahami bahwa persatuan dapat terwujud meskipun dengan keanekaragaman yang ada.

Dengan mengamalkan Pancasila, hidup menjadi lebih damai, bahagia, dan bermakna. Kita belajar menghargai perbedaan, saling menolong, dan membangun bangsa dengan semangat kebersamaan.


I. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
  • Berkebinekaan global – menghargai keragaman
  • Gotong royong – bekerja sama untuk kepentingan bersama
  • Bernalar kritis – mampu menganalisis keterkaitan antar sila
  • Mandiri – bertanggung jawab atas tindakan sendiri
  • Kreatif – melalui pembuatan karya dan proyek

J. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
LKPDLembar Kerja Peserta Didik Bab 2 “Mengamalkan Pancasila untuk Kebahagiaan Bersama”
Modul AjarModul Ajar Pembelajaran Mendalam Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 2
MediaBalok kayu/lego, kacamata mika berwarna, gambar, video pendek, infografis
PrasaranaBuku siswa, buku guru, bahan ajar, LKPD, lembar penilaian

K. Catatan untuk Guru

Pembelajaran bab ini sebaiknya menerapkan pendekatan Deep Learning dengan tiga prinsip utama:

  1. Bermakna (Meaningful) – siswa memahami relevansi Pancasila dalam hidupnya melalui analogi dan eksperimen nyata
  2. Menyenangkan (Joyful) – belajar melalui eksperimen, permainan, dan diskusi interaktif
  3. Penuh Kesadaran (Mindful) – siswa merenungkan dan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila melalui refleksi

Pembelajaran tidak hanya berhenti pada pengetahuan teoretis, tetapi benar-benar melatih anak untuk berpikir, merasakan, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Berikut adalah bahan ajar lengkap untuk Bab 3: Mengenal Norma, Hak, dan Kewajiban, mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Bayangkan jika di jalan raya tidak ada rambu lalu lintas, atau di sekolah tidak ada tata tertib. Tentunya akan terjadi kekacauan, bukan? Norma, hak, dan kewajiban adalah tiga pilar penting yang membuat kehidupan bersama menjadi tertib, adil, dan harmonis. Pada bab ini, kita akan belajar memahami ketiganya dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


B. Capaian Pembelajaran (CP)

Berdasarkan Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran untuk fase C (kelas 6) adalah:

AspekCapaian
NormaPeserta didik mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk norma dan menunjukkan contohnya
Hak & KewajibanPeserta didik mampu menganalisis secara sederhana pelaksanaan hak dan kewajiban sebagai anggota keluarga dan warga sekolah
PenerapanPeserta didik mampu melaksanakan kewajiban dan hak sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan bagian dari masyarakat

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian norma, hak, dan kewajiban
  2. Mengidentifikasi macam-macam norma serta memberikan contohnya
  3. Memahami hubungan antara hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari
  4. Menunjukkan sikap seimbang dalam melaksanakan hak dan kewajiban
  5. Mempraktikkan norma, hak, dan kewajiban di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat

D. Materi Pokok

1. Mengenal Norma

a. Pengertian Norma

Norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok atau masyarakat. Norma berfungsi sebagai pedoman atau panduan agar setiap orang tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat.

b. Macam-Macam Norma

Jenis NormaPengertianContoh
Norma AgamaAturan yang bersumber dari ajaran agama dan kepercayaanBerdoa sebelum dan sesudah belajar, menjalankan ibadah sesuai agamanya, tidak berbohong
Norma KesusilaanAturan yang bersumber dari hati nurani manusia tentang baik dan burukTidak mencuri, berkata jujur, membantu orang yang kesusahan
Norma KesopananAturan yang berkaitan dengan tata krama dan adat istiadat dalam pergaulan sosialMengucapkan salam atau terima kasih, menghormati orang yang lebih tua, tidak menyela pembicaraan
Norma HukumAturan resmi yang dibuat oleh pemerintah dengan sanksi tegasMematuhi rambu lalu lintas, tidak mencuri, membayar pajak

Keempat norma ini saling melengkapi dalam menjaga keteraturan dan keharmonisan di masyarakat.


2. Mengenal Hak

a. Pengertian Hak

Hak adalah segala sesuatu yang memang seharusnya (mutlak) didapatkan oleh setiap orang. Hak adalah suatu keadaan yang harus diterima oleh seseorang.

b. Hak Anak (10 Hak Anak)

Indonesia telah mengesahkan Konvensi Hak Anak melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990. Sepuluh hak anak tersebut adalah:

  1. Hak mendapatkan nama atau identitas
  2. Hak memiliki kewarganegaraan
  3. Hak mendapat perlindungan
  4. Hak mendapatkan makanan
  5. Hak atas kesehatan tubuh
  6. Hak mendapatkan pendidikan
  7. Hak atas rekreasi dan bermain
  8. Hak mendapatkan kasih sayang
  9. Hak mendapatkan kesamaan
  10. Hak mendapatkan perlakuan yang manusiawi

c. Hak Anak di Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

LingkunganContoh Hak
KeluargaMendapat kasih sayang, mendapatkan makanan bergizi dan pakaian layak, mendapat pendidikan dan bimbingan dari orang tua
SekolahMendapatkan pelajaran dari guru, menggunakan fasilitas sekolah, bertanya dan berpendapat dalam diskusi
MasyarakatMendapat perlindungan hukum, merasakan keamanan, menjalankan ibadah dengan bebas

3. Mengenal Kewajiban

a. Pengertian Kewajiban

Kewajiban adalah tanggung jawab yang harus dijalankan oleh setiap orang untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

Penting! Seseorang akan mendapatkan haknya setelah melaksanakan kewajibannya.

b. Kewajiban di Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

LingkunganContoh Kewajiban
KeluargaMenghormati orang tua, membantu pekerjaan rumah, menjaga kebersihan diri dan rumah, belajar dengan rajin
SekolahMematuhi tata tertib sekolah, mengerjakan tugas, menjaga kebersihan sekolah, menghormati guru dan teman
MasyarakatMematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kebersihan lingkungan, ikut musyawarah, membayar pajak, membela negara

4. Hubungan Hak dan Kewajiban

Hak dan kewajiban adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkanHak diperoleh setelah kewajiban dilaksanakan. Contohnya:

  • Kewajiban: Memakai helm saat berkendara → Hak: Mendapat rasa aman dan selamat
  • Kewajiban: Membayar pajak → Hak: Mendapatkan fasilitas umum yang memadai
  • Kewajiban: Mematuhi aturan sekolah → Hak: Belajar dengan nyaman dan tenang
  • Kewajiban: Menjaga kebersihan → Hak: Hidup di lingkungan yang sehat

Melaksanakan kewajiban adalah bentuk menghormati hak orang lain. Sebaliknya, jika hak dan kewajiban tidak seimbang, kehidupan akan menjadi kacau.


E. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Permainan “Lampu Merah, Lampu Hijau”

Siswa bermain “Lampu Merah, Lampu Hijau” untuk menggambarkan pentingnya aturan dalam kehidupan. Setelah bermain, diskusikan: “Apa yang terjadi jika tidak ada aturan?”

Aktivitas 2: Klasifikasi Kartu Norma

Guru menyiapkan kartu berisi contoh perilaku (misal: “berdoa sebelum makan”, “meminta maaf”, “memakai helm”). Siswa mengelompokkan ke dalam empat jenis norma.

Aktivitas 3: Studi Kasus Dilema

Siswa menganalisis studi kasus tentang pelanggaran norma dan dilema hak-kewajiban untuk memicu nalar kritis.

Aktivitas 4: Bermain Peran (Role Play)

Siswa bermain peran sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan masyarakat untuk mempraktikkan pelaksanaan hak dan kewajiban.

Aktivitas 5: Wawancara

Siswa mewawancarai orang tua atau guru tentang contoh norma, hak, dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.


F. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok disebut…
    • A. Hak
    • B. Norma ✅
    • C. Kewajiban
    • D. Sanksi
  2. Berdoa sebelum makan merupakan contoh dari norma…
    • A. Kesopanan
    • B. Kesusilaan
    • C. Agama ✅
    • D. Hukum
  3. Tidak mencuri atau merusak barang milik orang lain termasuk norma…
    • A. Agama
    • B. Kesusilaan
    • C. Kesopanan
    • D. Hukum ✅
  4. Segala sesuatu yang mutlak didapatkan oleh setiap orang disebut…
    • A. Hak ✅
    • B. Kewajiban
    • C. Norma
    • D. Tugas
  5. Tertib berlalu lintas membawa keselamatan bagi banyak orang. Ini menunjukkan bahwa…
    • A. Hak lebih penting dari kewajiban
    • B. Kewajiban lebih penting dari hak
    • C. Pemenuhan kewajiban menghasilkan pemenuhan hak ✅
    • D. Hak dan kewajiban tidak saling berhubungan
  6. Contoh kewajiban warga negara adalah…
    • A. Mendapat perlindungan hukum
    • B. Mendapat pelayanan kesehatan
    • C. Membayar pajak ✅
    • D. Mendapatkan pendidikan

B. Soal Esai

  1. Jelaskan pengertian norma dan sebutkan 4 macam norma beserta contohnya!
  2. Apa yang dimaksud dengan hak dan kewajiban? Berikan masing-masing 3 contoh di lingkungan sekolah!
  3. Mengapa hak dan kewajiban harus dilaksanakan secara seimbang?
  4. Bagaimana hubungan antara kewajiban memakai helm saat berkendara dengan hak mendapatkan rasa aman?
  5. Apa yang terjadi jika seseorang hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban?

G. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia – melalui pemahaman norma agama dan kesusilaan
  • Bernalar kritis – melalui analisis studi kasus dilema
  • Gotong royong – melalui kerja sama dalam aktivitas kelompok
  • Mandiri – melalui pelaksanaan kewajiban secara bertanggung jawab

H. Pemahaman Bermakna

Norma, hak, dan kewajiban adalah tiga hal yang saling berkaitan erat. Norma menjadi pedoman, hak adalah apa yang kita terima, dan kewajiban adalah apa yang harus kita lakukan. Dengan menjalankan kewajiban, kita akan mendapatkan hak. Dengan mematuhi norma, kehidupan bersama menjadi tertib, adil, dan harmonis.


I. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI Bab 3 (Kemendikbudristek)
Modul AjarModul Ajar Pembelajaran Mendalam Kelas 6 Bab 3
Perangkat AjarPerangkat Ajar dari guru.kemdikbud.go.id
MediaKartu norma, video pembelajaran, gambar, studi kasus
PrasaranaBuku siswa, LKPD, lembar penilaian

erikut adalah bahan ajar lengkap untuk materi Sistem Pemerintahan Republik Indonesia, mata pelajaran PPKn Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Setelah kita mempelajari tentang norma, hak, dan kewajiban, sekarang kita akan mempelajari bagaimana negara kita, Republik Indonesia, diatur dan dijalankan. Sebuah negara yang besar seperti Indonesia memerlukan sistem pemerintahan yang teratur agar tujuan negara dapat tercapai. Sistem ini mengatur bagaimana kekuasaan dijalankan, siapa yang memimpin, dan bagaimana rakyat berpartisipasi.


B. Capaian Pembelajaran

Berdasarkan Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran untuk fase C (kelas 6) adalah:

AspekCapaian
Undang-Undang DasarPeserta didik mampu menjelaskan lembaga-lembaga negara sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945 hasil amandemen
PemerintahanPeserta didik mampu membedakan tugas pemerintahan pusat dan daerah
Hubungan Pusat-DaerahPeserta didik mampu menjelaskan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi
  2. Mengidentifikasi lembaga-lembaga negara menurut UUD 1945 hasil amandemen
  3. Membedakan tugas dan fungsi pemerintahan pusat dan daerah
  4. Menjelaskan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah
  5. Memahami pelaksanaan kedaulatan rakyat melalui pemilu dan pilkada

D. Materi Pokok

1. Indonesia sebagai Negara Demokrasi

Indonesia adalah negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Dalam sistem ini, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, atau dengan kata lain, kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.

Ciri-ciri wujud nyata demokrasi di Indonesia adalah:

  • Mempunyai lembaga perwakilan rakyat yang mewakili kehendak rakyat
  • Anggota perwakilan rakyat ditetapkan untuk jangka waktu tertentu melalui pemilihan umum (pemilu)
  • Kekuasaan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Dasar

2. Tujuan Negara Indonesia

Berdasarkan Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, tujuan pembentukan negara Indonesia adalah:

  1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  2. Memajukan kesejahteraan umum
  3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial

Untuk mencapai tujuan tersebut, dibentuklah lembaga-lembaga negara.

3. Prinsip Trias Politica (Pembagian Kekuasaan)

Sistem pemerintahan Indonesia menerapkan prinsip Trias Politica, yaitu pembagian kekuasaan negara menjadi tiga kekuatan:

KekuasaanTugasDipegang oleh
LegislatifMembuat undang-undang dan mengawasi jalannya pemerintahanMPR, DPR, DPD
EksekutifMelaksanakan undang-undang dan menjalankan pemerintahanPresiden, Wakil Presiden, dan kementerian
YudikatifMenegakkan hukum dan keadilanMK, MA, KY

4. Lembaga-Lembaga Negara Menurut UUD 1945 Hasil Amandemen

Berikut adalah lembaga-lembaga negara di Indonesia beserta tugasnya:

a. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)

  • Anggota: Terdiri dari seluruh anggota DPR dan DPD
  • Tugas: Menetapkan UUD dan GBHN, melantik Presiden dan Wakil Presiden

b. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

  • Tugas:
    • Fungsi legislasi: Membuat undang-undang
    • Fungsi anggaran: Menetapkan APBN bersama presiden
    • Fungsi pengawasan: Mengawasi jalannya pemerintahan

c. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

  • Anggota: Setiap provinsi diwakili 4 orang
  • Tugas: Mewakili kepentingan daerah dalam pembuatan undang-undang

d. Presiden dan Wakil Presiden

  • Tugas: Memegang kekuasaan eksekutif, menjalankan pemerintahan
  • Bertindak sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan

e. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

  • Tugas: Memeriksa pengelolaan keuangan negara

f. Mahkamah Agung (MA)

  • Tugas: Memegang kekuasaan yudikatif, mengadili pada tingkat kasasi

g. Mahkamah Konstitusi (MK)

  • Tugas: Menguji undang-undang terhadap UUD 1945

h. Komisi Yudisial (KY)

  • Tugas: Mengawasi perilaku hakim

5. Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah

a. Pemerintahan Pusat

Pemerintahan pusat terdiri dari:

  • Presiden dan Wakil Presiden
  • Kementerian negara

b. Pemerintahan Daerah

Pemerintahan daerah terdiri dari perangkat daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

c. Hubungan Pemerintah Pusat dan Daerah

Hubungan antara pemerintah pusat dan daerah mencakup beberapa bidang:

  1. Bidang Keuangan
  2. Bidang Pelayanan Umum
  3. Bidang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Lainnya

6. Pelaksanaan Kedaulatan Rakyat: Pemilu dan Pilkada

Kedaulatan rakyat diwujudkan melalui:

  • Pemilihan Umum (Pemilu): Dilaksanakan setiap 5 tahun untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, DPR, DPD, dan DPRD
  • Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada): Untuk memilih gubernur, bupati, dan walikota

E. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Puzzle Lembaga Negara

Guru menyiapkan kartu berisi nama lembaga negara dan kartu berisi tugasnya. Siswa secara berkelompok memasangkan nama lembaga dengan tugas yang sesuai.

Aktivitas 2: Simulasi Musyawarah

Siswa melakukan simulasi rapat DPR dengan membahas masalah di sekolah (misalnya: kebersihan kantin) dan mencoba mengambil keputusan bersama.

Aktivitas 3: Bermain Peran (Role Play)

Siswa bermain peran sebagai Presiden, Anggota DPR, Hakim, dan Gubernur untuk memahami perbedaan tugas masing-masing lembaga.

Aktivitas 4: Wawancara

Siswa mewawancarai orang tua atau tetangga tentang pengalaman mereka mengikuti pemilu atau pilkada.

Aktivitas 5: Membuat Peta Konsep

Siswa membuat peta konsep tentang sistem pemerintahan Republik Indonesia yang mencakup lembaga-lembaga negara dan pembagian kekuasaan.


F. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi berada di tangan…
    • A. Presiden
    • B. DPR
    • C. Rakyat ✅
    • D. MPR
  2. Lembaga yang bertugas membuat undang-undang adalah…
    • A. Eksekutif
    • B. Legislatif ✅
    • C. Yudikatif
    • D. Federatif
  3. Presiden dan wakil presiden memegang kekuasaan…
    • A. Legislatif
    • B. Eksekutif ✅
    • C. Yudikatif
    • D. Konstitutif
  4. Anggota MPR terdiri dari…
    • A. DPR dan DPD ✅
    • B. DPR dan Presiden
    • C. DPD dan Presiden
    • D. Presiden dan Wakil Presiden
  5. Pemilihan umum di Indonesia dilaksanakan setiap… tahun sekali.
    • A. 3
    • B. 4
    • C. 5 ✅
    • D. 6
  6. Lembaga yang bertugas memeriksa pengelolaan keuangan negara adalah…
    • A. MA
    • B. MK
    • C. BPK ✅
    • D. KY

B. Soal Esai

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan negara demokrasi!
  2. Sebutkan 3 lembaga negara beserta tugasnya masing-masing!
  3. Jelaskan perbedaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah!
  4. Mengapa pemilihan umum (pemilu) penting dalam sistem demokrasi?
  5. Apa yang dimaksud dengan Trias Politica? Sebutkan dan jelaskan!

G. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Bernalar kritis – melalui pemahaman sistem pemerintahan dan pembagian kekuasaan
  • Berkebinekaan global – melalui pemahaman demokrasi dan partisipasi warga negara
  • Gotong royong – melalui simulasi musyawarah dan kerja sama kelompok
  • Mandiri – melalui pemahaman hak dan kewajiban sebagai warga negara

H. Pemahaman Bermakna

Sistem pemerintahan Republik Indonesia dirancang untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dan mencapai tujuan negara. Dengan memahami sistem ini, kita sebagai warga negara dapat berpartisipasi secara aktif, baik melalui pemilihan umum maupun dengan mematuhi peraturan yang berlaku. Negara yang baik adalah negara yang dijalankan oleh rakyat, untuk rakyat, dan dari rakyat.


I. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
Buku ReferensiBuku Aku Warga Negara Indonesia 6
Sumber Onlinehttps://buku.kemdikbud.go.id/katalog/buku-kurikulum-merdeka[reference:57]
MediaKartu lembaga negara, video pembelajaran, gambar, peta konsep
PrasaranaBuku siswa, LKPD, lembar penilaian

Berikut adalah bahan ajar lengkap untuk materi Peran Indonesia di Kawasan Asia Tenggara, mata pelajaran PPKn Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Sebagaimana manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, begitu pula dengan sebuah negara. Tidak ada satu negara pun di dunia yang dapat memenuhi semua kebutuhannya tanpa bantuan dari negara lain. Oleh karena itu, negara-negara di seluruh dunia saling bekerja sama, termasuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu bentuk kerja sama yang paling penting di kawasan kita adalah ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Indonesia adalah salah satu negara pendiri ASEAN dan memiliki peran yang sangat penting di dalamnya. Pada bab ini, kita akan mempelajari bagaimana peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara, baik dari masa lalu maupun melalui organisasi ASEAN.


B. Capaian Pembelajaran

Berdasarkan Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran untuk fase C (kelas 6) adalah:

AspekCapaian
AnalisisPeserta didik mampu menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup ASEAN
PenyajianPeserta didik mampu menyajikan hasil analisis tentang peran Indonesia di ASEAN

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kerja sama negara-negara Asia Tenggara
  2. Menjelaskan tujuan didirikannya organisasi ASEAN
  3. Menyebutkan negara-negara anggota ASEAN
  4. Menjelaskan peranan Indonesia melalui ASEAN di berbagai bidang
  5. Memberikan contoh peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara Asia Tenggara

D. Materi Pokok

1. Mengenal Kawasan Asia Tenggara

Asia Tenggara adalah sebuah kawasan yang berada di bagian tenggara Benua Asia. Kawasan ini memiliki ciri khas, yaitu wilayahnya berbentuk kepulauan dan memiliki keunikan serta keragaman budaya yang luar biasa.

Batas-batas wilayah Asia Tenggara:

ArahBerbatasan dengan
BaratSamudra Hindia dan Anak Benua India
TimurPapua Nugini dan Samudra Pasifik
UtaraChina
SelatanSamudra Indonesia dan Benua Australia

Asia Tenggara terdiri dari 11 negara merdeka, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Timor Leste.


2. Sejarah Hubungan Indonesia dengan Asia Tenggara

Sejak dahulu, suku-suku dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara memiliki hubungan yang dekat. Kedekatan ini disebabkan oleh kedekatan wilayah dan kesamaan ras (rumpun Indocina dan rumpun Melayu).

Peran Indonesia sejak zaman kerajaan:

  • Kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 hingga ke-13) – menguasai jalur perdagangan dan memiliki pengaruh luas di Asia Tenggara
  • Kerajaan Majapahit (abad ke-13 hingga ke-16) – mengalami masa kejayaan dan memiliki peran penting di wilayah Asia Tenggara
  • Kerajaan Samudera Pasai – kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara

3. ASEAN: Organisasi Negara-Negara Asia Tenggara

a. Pengertian ASEAN

ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967.

b. Pendiri ASEAN

Indonesia menjadi salah satu pelopor atau pendiri ASEAN bersama dengan Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Kelima negara ini menandatangani Deklarasi Bangkok yang menjadi dasar berdirinya ASEAN.

c. Anggota ASEAN

Saat ini ASEAN beranggotakan 10 negara:

  1. Indonesia
  2. Malaysia
  3. Singapura
  4. Brunei Darussalam
  5. Filipina
  6. Vietnam
  7. Kamboja
  8. Laos
  9. Thailand
  10. Myanmar

Catatan: Timor Leste tidak termasuk anggota ASEAN, meskipun secara geografis berada di Asia Tenggara.

d. Tujuan ASEAN

Tujuan dibentuknya ASEAN adalah:

  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan ASEAN
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  3. Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi

e. Makna Lambang ASEAN

Lambang ASEAN berupa batang padi yang diikat. Ini melambangkan persatuan dan persahabatan antarbangsa di Asia Tenggara.


4. Peran Indonesia di ASEAN

Sebagai salah satu negara pendiri, Indonesia memiliki peran yang sangat besar di ASEAN. Berikut adalah peran Indonesia di berbagai bidang:

A. Peran Indonesia di Bidang Politik

NoPeranPenjelasan
1Penyelenggara KTT PertamaIndonesia menjadi pelopor penyelenggaraan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN yang pertama
2Penggagas Pembentukan ASEANIndonesia adalah salah satu negara yang menggagas berdirinya ASEAN
3Penggagas Komunitas Keamanan ASEANIndonesia menjadi penggagas komunitas keamanan ASEAN
4Menjaga PerdamaianIndonesia mengirimkan Pasukan Garuda untuk ikut menjaga perdamaian dan ketertiban di Asia Tenggara
5Mediator KonflikIndonesia berperan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik antarnegara ASEAN, seperti konflik Kamboja-Vietnam

B. Peran Indonesia di Bidang Ekonomi

NoPeranPenjelasan
1Pelopor MEAIndonesia menjadi pelopor terbentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan ASEAN
2Lumbung Padi ASEANIndonesia berperan sebagai lumbung padi (penghasil beras) bagi negara-negara ASEAN
3Pelopor AFTAIndonesia menjadi pelopor AFTA (ASEAN Free Trade Area) atau kawasan perdagangan bebas ASEAN
4Jalur Kapal NiagaIndonesia mengadakan jalur kapal niaga untuk memperlancar perdagangan antarnegara ASEAN
5Tuan Rumah Pertemuan EkonomiIndonesia menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri ekonomi ASEAN
6Fasilitas PerdaganganIndonesia menyediakan fasilitas perdagangan ASEAN untuk mempermudah dan mempercepat arus perdagangan

C. Peran Indonesia di Bidang Sosial

NoPeranPenjelasan
1Membantu Kegiatan KemanusiaanIndonesia aktif membantu negara-negara ASEAN yang dilanda bencana, seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Laos
2Membantu Negara BerkonflikIndonesia menjadi mediator dalam menyelesaikan konflik antarnegara ASEAN
3Menegakkan HAMIndonesia bergabung dalam AICHR (lembaga pemajuan dan perlindungan HAM di ASEAN)
4Meningkatkan SDMIndonesia aktif meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang sosial

D. Peran Indonesia di Bidang Budaya

NoPeranPenjelasan
1Kegiatan Kebudayaan ASEANIndonesia turut berperan aktif dalam kegiatan kebudayaan ASEAN
2Mempromosikan BudayaIndonesia mengirim tim kesenian untuk mengikuti dan mempromosikan kesenian serta budaya Indonesia ke berbagai negara
3Memajukan Hak BudayaIndonesia berperan dalam memajukan hak-hak budaya bangsa ASEAN untuk membangun kawasan

E. Peran Indonesia di Bidang Kesehatan

NoPeranPenjelasan
1Gerakan Masyarakat Hidup SehatIndonesia menggalakkan gerakan hidup sehat di tingkat ASEAN
2Program Nusantara SehatIndonesia menjalankan program kesehatan untuk masyarakat
3Memudahkan Akses ObatIndonesia berperan dalam memudahkan masyarakat mendapat obat

F. Peran Indonesia di Bidang Pendidikan dan IPTEK

  • Mengirim duta dan tenaga ahli
  • Terlibat dalam program penelitian bersama
  • Kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

E. Rangkuman Peran Indonesia di ASEAN

BidangPeran Utama
PolitikPendiri ASEAN, penyelenggara KTT pertama, penggagas komunitas keamanan, mediator konflik
EkonomiPelopor MEA, pelopor AFTA, lumbung padi, tuan rumah pertemuan ekonomi
SosialBantuan kemanusiaan, penegakan HAM, peningkatan SDM
BudayaPromosi budaya, kegiatan kebudayaan ASEAN
KesehatanGerakan hidup sehat, program kesehatan
Pendidikan & IPTEKProgram penelitian, pertukaran duta

F. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Peta ASEAN

Siswa membuat peta kawasan Asia Tenggara dan menandai negara-negara anggota ASEAN beserta ibukotanya.

Aktivitas 2: Role Play KTT ASEAN

Siswa bermain peran sebagai perwakilan negara-negara ASEAN dalam sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) untuk membahas kerja sama di bidang tertentu.

Aktivitas 3: Mencari Informasi Kerajaan Nusantara

Siswa mencari informasi tentang masa kejayaan kerajaan Majapahit dan perannya di wilayah Asia Tenggara.

Aktivitas 4: Diskusi Kelompok

Siswa berdiskusi tentang manfaat kerja sama ASEAN bagi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Aktivitas 5: Membuat Poster

Siswa membuat poster tentang salah satu peran Indonesia di ASEAN.


G. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Organisasi kerja sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara disebut…
    • A. AFTA
    • B. ASEAN ✅
    • C. MEA
    • D. AICHR
  2. ASEAN didirikan pada tanggal…
    • A. 17 Agustus 1945
    • B. 8 Agustus 1967 ✅
    • C. 28 Oktober 1928
    • D. 1 Juni 1945
  3. Negara-negara pendiri ASEAN adalah…
    • A. Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand ✅
    • B. Indonesia, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Laos
    • C. Indonesia, Singapura, Brunei, Filipina, Myanmar
    • D. Indonesia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja
  4. Peran Indonesia di bidang ekonomi ASEAN adalah…
    • A. Menjadi mediator konflik
    • B. Menjadi pelopor MEA ✅
    • C. Menjadi penyelenggara KTT
    • D. Menegakkan HAM
  5. Indonesia berperan sebagai lumbung padi bagi negara-negara ASEAN. Ini merupakan peran di bidang…
    • A. Politik
    • B. Sosial
    • C. Ekonomi ✅
    • D. Budaya
  6. Lambang ASEAN berupa batang padi yang diikat melambangkan…
    • A. Kekayaan alam Asia Tenggara
    • B. Persatuan dan persahabatan antarbangsa ✅
    • C. Kemakmuran ekonomi ASEAN
    • D. Kejayaan pertanian

B. Soal Esai

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ASEAN dan kapan organisasi ini didirikan!
  2. Sebutkan 5 negara pendiri ASEAN!
  3. Sebutkan 3 peran Indonesia di bidang politik dalam ASEAN!
  4. Jelaskan 3 peran Indonesia di bidang ekonomi dalam ASEAN!
  5. Mengapa Indonesia berperan penting di kawasan Asia Tenggara?

H. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Berkebinekaan global – melalui pemahaman kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara yang beragam
  • Gotong royong – melalui pemahaman pentingnya kerja sama antarnegara
  • Bernalar kritis – melalui analisis peran Indonesia di ASEAN
  • Mandiri – melalui pemahaman tanggung jawab Indonesia di kancah internasional

I. Pemahaman Bermakna

Peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara sangatlah penting, baik sejak zaman kerajaan Nusantara maupun melalui organisasi ASEAN. Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN, Indonesia aktif berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga kesehatan.

Dengan memahami peran Indonesia di Asia Tenggara, kita sebagai generasi penerus bangsa dapat menghargai jasa para pendahulu dan terus melanjutkan peran Indonesia dalam menjaga perdamaian, kesejahteraan, dan persatuan di kawasan Asia Tenggara.


J. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
Buku ReferensiBuku tematik kelas 6 SD tema “Menuju Masyarakat Sejahtera”
Sumber Onlinehttps://buku.kemdikbud.go.id/katalog/buku-kurikulum-merdeka[reference:49]
MediaPeta Asia Tenggara, gambar lambang ASEAN, video pembelajaran
PrasaranaBuku siswa, LKPD, lembar penilaian

Berikut adalah bahan ajar lengkap untuk materi Peran Indonesia di Dunia Internasional, mata pelajaran PPKn Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Setelah kita mempelajari peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN, sekarang saatnya kita melangkah lebih jauh. Indonesia tidak hanya berperan di lingkungan terdekatnya, tetapi juga aktif di kancah dunia internasional yang lebih luas.

Sebagai negara besar dengan jumlah penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki posisi yang strategis. Melalui politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia terus berkontribusi untuk perdamaian dan kerja sama dunia, serta berperan dalam berbagai organisasi internasional.


B. Capaian Pembelajaran

AspekCapaian
AnalisisPeserta didik mampu menganalisis posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan pendidikan dalam lingkup global
PenyajianPeserta didik mampu menyajikan hasil analisis tentang peran Indonesia di dunia internasional

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian dan tujuan politik luar negeri Indonesia yang “bebas aktif”
  2. Menyebutkan berbagai organisasi internasional yang diikuti oleh Indonesia
  3. Menjelaskan peran Indonesia dalam organisasi internasional, seperti PBB, Gerakan Non-Blok, dan lainnya
  4. Memberikan contoh peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia
  5. Menunjukkan sikap bangga terhadap peran Indonesia di dunia internasional

D. Materi Pokok

1. Politik Luar Negeri Indonesia: Bebas dan Aktif

a. Pengertian

Politik luar negeri adalah kebijakan yang diambil oleh suatu negara dalam menjalin hubungan dengan negara-negara lain di dunia.

Indonesia menganut politik luar negeri yang bebas dan aktif.

  • Bebas berarti Indonesia tidak terikat pada blok atau kekuatan tertentu mana pun di dunia. Indonesia bebas menentukan sikapnya sendiri dan tidak memihak dalam persaingan antarnegara adidaya.
  • Aktif berarti Indonesia berperan serta secara aktif dalam usaha menciptakan perdamaian dunia, menjalin kerja sama dengan negara mana pun, serta ikut menyelesaikan masalah internasional.

Prinsip ini pertama kali diperkenalkan oleh Wakil Presiden pertama kita, Drs. Mohammad Hatta, melalui pidatonya yang terkenal, “Mendayung antara Dua Karang”. Saat itu, dunia sedang terbagi dalam dua kubu besar (Blok Barat dan Blok Timur), dan Indonesia memilih untuk tidak ikut terperangkap ke dalam salah satu kubu.

b. Dasar Hukum

Dasar pelaksanaan politik luar negeri Indonesia tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang menyatakan bahwa salah satu tujuan negara adalah “…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.


2. Peran Indonesia dalam Organisasi Internasional

Indonesia aktif di berbagai organisasi internasional. Berikut adalah peran Indonesia di beberapa organisasi penting:

A. Peran Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

PBB adalah organisasi internasional terbesar di dunia yang bertujuan menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

  • Keanggotaan: Indonesia menjadi anggota PBB ke-60 pada 28 September 1950. Meskipun pernah keluar pada tahun 1965, Indonesia kembali bergabung pada 28 September 1966 dan tetap aktif hingga sekarang.
  • Peran Aktif Indonesia di PBB:
    1. Menjaga Perdamaian Dunia: Indonesia aktif dalam misi-misi perdamaian PBB.
    2. Mengirim Pasukan Garuda: Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda (tentara perdamaian) ke daerah-daerah konflik di berbagai negara, seperti Timur Tengah (1957), Vietnam (1973), Bosnia (1993-1995), dan Lebanon (2006).
    3. Menjadi Anggota Dewan Keamanan: Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang bertugas menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
    4. Mengirim Delegasi: Indonesia mengirim wakilnya untuk duduk dalam Sidang Umum PBB, seperti Mohammad Roem yang menjadi ketua delegasi pertama.

B. Peran Indonesia dalam Gerakan Non-Blok (GNB)

Gerakan Non-Blok adalah organisasi yang beranggotakan negara-negara yang tidak memihak kepada Blok Barat atau Blok Timur pada masa Perang Dingin.

  • Pendiri: Indonesia adalah salah satu pendiri Gerakan Non-Blok pada tahun 1961.
  • Pemimpin: Pada tahun 1992, Indonesia dipercaya menjadi Ketua Gerakan Non-Blok dalam Konferensi yang diselenggarakan di Jakarta.
  • Tujuan: Menjunjung tinggi perdamaian, menolak penjajahan dalam segala bentuk, dan meningkatkan kerja sama antarnegara berkembang.

C. Peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika (KAA)

KAA adalah tonggak sejarah penting bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

  • Pemrakarsa: Indonesia menjadi pemrakarsa utama terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika (KAA).
  • Tuan Rumah: KAA diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 18-24 April 1955.
  • Peserta: Konferensi ini dihadiri oleh 23 negara Asia dan 6 negara Afrika.
  • Hasil: KAA melahirkan Dasasila Bandung, yaitu sepuluh prinsip yang menjadi pedoman hubungan antarnegara, termasuk perdamaian dan kerja sama dunia.

D. Peran Indonesia di Organisasi Internasional Lainnya

Selain organisasi di atas, Indonesia juga aktif di berbagai forum internasional lainnya:

OrganisasiKepanjanganPeran Indonesia
OKIOrganisasi Kerja Sama IslamMenjalin kerja sama dengan negara-negara Islam di dunia
OPECOrganization of the Petroleum Exporting CountriesBerperan dalam organisasi negara-negara pengekspor minyak
APECAsia-Pacific Economic CooperationAktif dalam kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik
G20Group of TwentyIndonesia adalah anggota forum ekonomi utama dunia
BRICSBrazil, Russia, India, China, South AfricaIndonesia telah bergabung sebagai anggota penuh

E. Rangkuman Peran Indonesia di Dunia Internasional

Bidang/OrganisasiPeran Indonesia
Politik Luar NegeriMenganut prinsip bebas aktif, tidak memihak blok mana pun, aktif dalam perdamaian dunia
PBBAnggota ke-60, mengirim Pasukan Garuda, menjaga perdamaian, anggota Dewan Keamanan
Gerakan Non-BlokPendiri dan pernah menjadi Ketua (1992)
Konferensi Asia-AfrikaPemrakarsa dan tuan rumah KAA 1955 di Bandung
Organisasi LainAnggota aktif OKI, OPEC, APEC, G20, BRICS

F. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Mencari Tahu Tokoh dan Peristiwa

Siswa mencari informasi tentang tokoh-tokoh penting seperti Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta terkait peran Indonesia di dunia internasional.

Aktivitas 2: Simulasi Sidang PBB

Siswa bermain peran sebagai duta besar negara-negara di PBB yang sedang membahas isu perdamaian dunia.

Aktivitas 3: Membuat Peta Pikiran

Siswa membuat peta pikiran (mind map) tentang peran Indonesia di berbagai organisasi internasional.

Aktivitas 4: Diskusi Kelompok

Siswa berdiskusi tentang manfaat Indonesia bergabung dengan organisasi internasional bagi rakyat Indonesia.

Aktivitas 5: Mewawancarai Narasumber

Siswa mewawancarai guru atau orang tua yang mengetahui tentang peran Indonesia di dunia internasional.


G. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Politik luar negeri Indonesia bersifat…
    • A. Aktif dan terikat
    • B. Bebas dan pasif
    • C. Bebas dan aktif ✅
    • D. Tertutup dan aktif
  2. Indonesia menjadi anggota PBB pada tanggal…
    • A. 17 Agustus 1945
    • B. 28 September 1950 ✅
    • C. 18 April 1955
    • D. 1 Juni 1945
  3. Pasukan perdamaian yang dikirim Indonesia ke daerah konflik disebut…
    • A. Pasukan Khusus
    • B. Pasukan Garuda ✅
    • C. Pasukan Elang
    • D. Pasukan Baret Merah
  4. Konferensi Asia-Afrika (KAA) diselenggarakan di kota…
    • A. Jakarta
    • B. Surabaya
    • C. Bandung ✅
    • D. Yogyakarta
  5. Indonesia adalah salah satu pendiri organisasi…
    • A. OPEC
    • B. Gerakan Non-Blok ✅
    • C. APEC
    • D. G20
  6. Prinsip politik luar negeri Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh…
    • A. Ir. Soekarno
    • B. Drs. Mohammad Hatta ✅
    • C. Ki Hajar Dewantara
    • D. Jenderal Soedirman

B. Soal Esai

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan politik luar negeri “bebas aktif”!
  2. Sebutkan 3 peran Indonesia dalam organisasi PBB!
  3. Mengapa Konferensi Asia-Afrika (KAA) penting bagi Indonesia dan dunia?
  4. Apa manfaat Indonesia menjadi anggota berbagai organisasi internasional?
  5. Sebutkan 3 organisasi internasional lain (selain PBB dan ASEAN) yang diikuti Indonesia!

H. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Berkebinekaan global – melalui pemahaman hubungan Indonesia dengan negara-negara di dunia
  • Gotong royong – melalui pemahaman kerja sama internasional
  • Bernalar kritis – melalui analisis peran Indonesia di dunia internasional
  • Mandiri – melalui pemahaman tanggung jawab Indonesia di kancah global

I. Pemahaman Bermakna

Peran Indonesia di dunia internasional menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan diperhitungkan di mata dunia. Melalui politik luar negeri yang bebas aktif, Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor penting dalam menciptakan perdamaian dan kerja sama dunia.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita patut berbangga dan terus melanjutkan peran Indonesia di dunia internasional dengan cara belajar yang giat, menjaga persatuan, dan mencintai tanah air.


J. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
Sumber Onlinehttps://buku.kemdikbud.go.id/katalog/pendidikan-pancasila-untuk-sdmi-kelas-vi
MediaPeta dunia, gambar bendera PBB, video sejarah KAA, gambar Pasukan Garuda
PrasaranaBuku siswa, LKPD, lembar penilaian

Berikut adalah bahan ajar lengkap untuk materi Provinsiku Bagian dari Wilayah NKRI, mata pelajaran PPKn Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka.


A. Pendahuluan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Untuk memudahkan pengaturan dan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah yang luas ini, negara dibagi menjadi beberapa provinsi.

Setiap provinsi memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing, mulai dari budaya, bahasa, hingga sumber daya alamnya. Namun, di balik semua perbedaan itu, kita semua tetaplah satu, yaitu bangsa Indonesia. Provinsi tempat kita tinggal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada bab ini, kita akan mempelajari lebih dalam tentang provinsi, mulai dari pengertian, sejarah pembentukannya, hingga bagaimana kita menyikapi keberagaman antardaerah.


B. Capaian Pembelajaran

Berdasarkan Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran untuk fase C (kelas 6) adalah:

AspekCapaian
PengetahuanPeserta didik mampu mengenal wilayahnya (provinsi) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah NKRI
SikapPeserta didik mampu membangun kebersamaan dan menghargai keberagaman

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:

  1. Memahami pengertian provinsi sebagai bagian dari wilayah NKRI
  2. Mengidentifikasi jumlah dan letak provinsi di Indonesia
  3. Menjelaskan struktur pemerintahan provinsi dan peran gubernur
  4. Mengetahui sejarah perkembangan jumlah provinsi di Indonesia
  5. Menjelaskan pentingnya menghargai keberagaman antardaerah sebagai perwujudan semangat Bhinneka Tunggal Ika

D. Materi Pokok

1. Pengertian Provinsi

Provinsi adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia yang dipimpin oleh seorang gubernur. Setiap provinsi terdiri atas beberapa kabupaten dan/atau kota. Kabupaten dan kota sendiri terdiri atas kecamatan, dan kecamatan terdiri atas desa atau kelurahan.

2. Jumlah dan Perkembangan Provinsi di Indonesia

Saat ini, Indonesia memiliki 38 provinsi.

PeriodeJumlah ProvinsiKeterangan
Awal Kemerdekaan (1945)8 provinsiJawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku
Sekarang38 provinsiDari Aceh di ujung barat hingga Papua di ujung timur

Penambahan jumlah provinsi terjadi karena adanya pemekaran wilayah. Pemekaran dilakukan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan pemerataan pembangunan.

3. Pemerintahan Provinsi

a. Kepala Daerah

  • Provinsi dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur
  • Gubernur dan wakil gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setiap 5 tahun sekali
  • Pelantikan gubernur dilakukan oleh Presiden

b. Tanggung Jawab Gubernur

Gubernur memiliki dua tanggung jawab:

  1. Sebagai wakil pemerintah pusat, gubernur bertanggung jawab kepada Presiden
  2. Sebagai kepala pemerintahan daerah, gubernur bertanggung jawab kepada DPRD Provinsi

c. DPRD Provinsi

DPRD Provinsi adalah lembaga perwakilan rakyat di tingkat provinsi yang anggotanya dipilih dari partai politik melalui Pemilu.

d. Perangkat Daerah

Untuk membantu gubernur menjalankan pemerintahan, provinsi memiliki perangkat daerah, seperti Sekretariat Daerah, Dinas Daerah, dan Badan Daerah.

4. Otonomi Daerah

Indonesia menerapkan sistem otonomi daerah, yaitu hak dan kewenangan daerah untuk mengatur urusan pemerintahannya sendiri.

Namun, ada beberapa urusan yang tetap menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, yaitu:

  • Pertahanan
  • Keamanan
  • Agama
  • Politik luar negeri

5. Provinsi dengan Status Kekhususan dan Keistimewaan

Beberapa provinsi di Indonesia memiliki aturan khusus karena sejarah dan kondisi tertentu:

ProvinsiKeistimewaan/Kekhususan
AcehMenerapkan Syariat Islam
DKI JakartaWali kota dan bupati tidak dipilih langsung oleh rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)Gubernur dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono
PapuaMemiliki Majelis Rakyat Papua (MRP) untuk melindungi hak Orang Asli Papua

6. Ciri Khas dan Keunggulan Provinsi

Setiap provinsi memiliki ciri khas yang menunjukkan identitas dan kekayaan bangsa Indonesia:

  • Rumah adat
  • Tarian daerah
  • Alat musik tradisional
  • Makanan khas
  • Bahasa daerah
  • Tempat wisata dan ikon daerah

7. Menyikapi Keberagaman Provinsi: Bhinneka Tunggal Ika

Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Semboyan ini mengajarkan bahwa meskipun Indonesia memiliki banyak suku, budaya, dan adat istiadat, kita tetaplah satu bangsa.

Sikap yang harus kita tunjukkan dalam menghadapi keberagaman antardaerah adalah:

  1. Menghargai provinsi lain dengan tidak merendahkan budaya, adat, dan kebiasaan mereka
  2. Melestarikan budaya daerah sendiri
  3. Menghormati keberagaman suku, agama, dan budaya
  4. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
  5. Merasa bangga dengan keunikan dan keistimewaan provinsi sendiri

E. Aktivitas Pembelajaran Menyenangkan

Aktivitas 1: Menyusun Peta Indonesia (Puzzle Raksasa)

Guru menyiapkan potongan peta Indonesia yang telah dibagi per pulau besar. Siswa secara berkelompok menyusun potongan tersebut menjadi satu kesatuan utuh. Setelah peta tersusun, siswa menandai provinsi tempat tinggal mereka. Guru memancing diskusi dengan pertanyaan, “Apakah provinsi kita akan tetap utuh jika terpisah dari provinsi lain?”

Aktivitas 2: Riset Mini tentang Provinsiku

Siswa melakukan penelitian kecil tentang provinsi tempat tinggalnya, meliputi:

  • Nama provinsi dan ibu kotanya
  • Rumah adat
  • Makanan khas
  • Tarian daerah
  • Bahasa daerah
  • Tempat wisata terkenal

Aktivitas 3: Presentasi “Keunikan Provinsiku”

Setelah melakukan riset, siswa mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas. Kegiatan ini melatih rasa percaya diri dan kemampuan berbicara di depan umum.

Aktivitas 4: Membuat Poster “Aku Cinta Provinsiku”

Siswa membuat poster yang menggambarkan keunikan dan keindahan provinsi mereka. Poster dapat dipajang di kelas sebagai pajangan.

Aktivitas 5: Diskusi Kelompok “Menghargai Perbedaan”

Siswa berdiskusi tentang bagaimana cara menghargai teman-teman yang berasal dari provinsi berbeda. Mereka diajak untuk merenungkan pentingnya persatuan dalam keberagaman.


F. Contoh Soal Latihan

A. Pilihan Ganda

  1. Provinsi adalah bagian wilayah dari …
    • A. Negara Kesatuan Republik Indonesia ✅
    • B. Kabupaten
    • C. Kecamatan
    • D. Desa
  2. Kepala daerah di tingkat provinsi disebut …
    • A. Bupati
    • B. Walikota
    • C. Gubernur ✅
    • D. Camat
  3. Pada awal kemerdekaan (1945), Indonesia memiliki … provinsi.
    • A. 5
    • B. 8 ✅
    • C. 10
    • D. 38
  4. Saat ini, Indonesia memiliki … provinsi.
    • A. 34
    • B. 38 ✅
    • C. 40
    • D. 45
  5. Gubernur dan wakil gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat melalui …
    • A. Pemilu
    • B. Pilkada ✅
    • C. Musyawarah
    • D. Penunjukan presiden
  6. Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” berarti …
    • A. Bersatu kita teguh
    • B. Berbeda-beda tetapi tetap satu ✅
    • C. Satu nusa satu bangsa
    • D. Indonesia raya

B. Soal Esai

  1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan provinsi!
  2. Sebutkan 3 ciri khas yang dimiliki oleh provinsi tempat tinggalmu!
  3. Mengapa jumlah provinsi di Indonesia terus bertambah?
  4. Sebutkan 4 provinsi di Indonesia yang memiliki status kekhususan atau keistimewaan!
  5. Bagaimana cara kita menyikapi keberagaman budaya antardaerah?

G. Profil Pelajar Pancasila yang Dikembangkan

Melalui pembelajaran bab ini, siswa mengembangkan dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Bernalar kritis – melalui analisis tentang provinsi dan NKRI
  • Berkebinekaan global – melalui penghargaan terhadap keberagaman budaya antardaerah
  • Mandiri – melalui riset dan eksplorasi mandiri tentang provinsi
  • Gotong royong – melalui kerja sama dalam aktivitas kelompok

H. Pemahaman Bermakna

Provinsi tempat kita tinggal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap provinsi memiliki peran penting dalam membentuk Indonesia yang utuh. Keberagaman budaya, bahasa, dan adat istiadat antardaerah bukanlah pemisah, melainkan kekayaan yang memperkuat persatuan bangsa.

Dengan memahami bahwa provinsiku adalah bagian dari NKRI, kita sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat menjaga persatuanmelestarikan budaya daerah, serta bangga menjadi bagian dari Indonesia yang besar dan beragam.


I. Sumber dan Media Pembelajaran

JenisKeterangan
Buku SiswaBuku Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
Modul AjarModul Ajar Pembelajaran Mendalam Kelas 6 Bab 6
LKPDLembar Kerja Peserta Didik Bab 6
MediaPeta Indonesia, puzzle peta, video pembelajaran, PPT
PrasaranaBuku siswa, LKPD, lembar penilaian, alat tulis