MATEMATIKA

Semester 1

1. Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri dari bilangan positif, nol, dan bilangan negatif .

Operasi Hitung Bilangan Bulat:

OperasiContohHasil
Penjumlahan5 + (-3)
Pengurangan5 – (-3) = 5 + 3
Perkalian(-2) × 4-8 
Pembagian15 : (-3)-5 

Aturan tanda perkalian/pembagian: positif × positif = positif, positif × negatif = negatif, negatif × negatif = positif .

2. Operasi Hitung Campuran

Mengerjakan operasi campuran (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dengan memperhatikan aturan hierarki: perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu sebelum penjumlahan dan pengurangan .

Contoh: 341 + (-18) × 6 – 279 = 341 – 108 – 279 = -46 .

3. FPB dan KPK

  • FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dari dua atau tiga bilangan 
  • KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dari dua atau tiga bilangan 

4. Akar Pangkat Tiga

Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik .

Contoh: ³√27 = 3, karena 3³ = 27.

5. Satuan Volume dan Debit

  • Satuan volume: km³, hm³, dam³, m³, dm³, cm³, mm³ 
  • Satuan debit = volume/waktu 

6. Luas Bangun Datar

  • Persegi panjang: L = p × l, K = 2(p + l) 
  • Segitiga: L = ½ × a × t 
  • Lingkaran: L = π × r², K = π × d 

7. Pengumpulan dan Pengolahan Data

Mengumpulkan data, menyajikan dalam bentuk tabel, dan menafsirkan data .


📚 Semester 2

1. Operasi Hitung Pecahan

  • Menyederhanakan dan mengurutkan pecahan 
  • Mengubah pecahan ke desimal atau sebaliknya 
  • Operasi hitung berbagai bentuk pecahan 
  • Memecahkan masalah dengan skala 

Contoh: 3/4 – 1/3 = 9/12 – 4/12 = 5/12 .

2. Sistem Koordinat

  • Menggambar letak benda pada denah 
  • Menentukan posisi titik dalam sistem koordinat Kartesius (sumbu x dan y) 

3. Pengolahan Data

  • Penyajian data dalam diagram (batang, garis, lingkaran) 
  • Menentukan rata-rata hitungmedian, dan modus 

Contoh: Data 5,6,7,7,7,8,8,8,9,9 → rata-rata = 7,4; median = 7,5; modus = 7 dan 8 .

4. Volume Bangun Ruang

  • Kubus dan balok 
  • Prisma segitiga dan tabung 
  • Gabungan beberapa bangun ruang 

5. Peluang

Peluang empiris sederhana .


💡 Tips Belajar

  1. Pahami konsep dasar sebelum mengerjakan soal .
  2. Latihan soal HOTS untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi .
  3. Hubungkan dengan kehidupan sehari-hari, misalnya perhitungan diskon, debit air, atau pembagian kue .

BILANGAN BULAT


A. PENGERTIAN BILANGAN BULAT

Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari:

  • Bilangan bulat positif (bilangan asli): 1, 2, 3, 4, 5, …
  • Nol (0)
  • Bilangan bulat negatif: -1, -2, -3, -4, -5, …

📌 GARIS BILANGAN

text

<----|----|----|----|----|----|----|----|----|----|---->
     -5   -4   -3   -2   -1    0    1    2    3    4    5
     
   (Semakin ke kiri nilainya semakin kecil)
   (Semakin ke kanan nilainya semakin besar)

Contoh: -5 < -3 < 0 < 2 < 4
(dibaca: negatif 5 lebih kecil dari negatif 3, dst.)


B. OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT

1. PENJUMLAHAN

Aturan Penjumlahan:

JenisCaraContoh
Positif + PositifJumlahkan seperti biasa5 + 3 = 8
Negatif + NegatifJumlahkan, hasilnya negatif-5 + (-3) = -8
Positif + NegatifKurangi, tandai angka terbesar5 + (-3) = 2
Negatif + PositifKurangi, tandai angka terbesar-5 + 3 = -2

Cara Praktis dengan Garis Bilangan:

  • Mundur untuk bilangan negatif
  • Maju untuk bilangan positif

Contoh 1: 4 + (-6) = …

  • Mulai dari 4
  • Karena + (-6), mundur 6 langkah
  • Berhenti di -2
  • Jadi, 4 + (-6) = -2

Contoh 2: -3 + 7 = …

  • Mulai dari -3
  • Maju 7 langkah
  • Berhenti di 4
  • Jadi, -3 + 7 = 4

2. PENGURANGAN

Konsep Penting!

text

Mengurangi = Menambah dengan lawan bilangan
a - b = a + (-b)

Contoh:

  • 5 – 3 = 5 + (-3) = 2
  • 5 – (-3) = 5 + 3 = 8 ✨
  • -5 – (-3) = -5 + 3 = -2
  • -5 – 3 = -5 + (-3) = -8

⚠️ Perhatikan: Jika ada tanda “kurang bertemu negatif”, berubah menjadi positif!
- (-a) = + a


3. PERKALIAN

Aturan Perkalian:

TandaHasilContoh
(+) × (+)Positif3 × 4 = 12
(+) × (-)Negatif3 × (-4) = -12
(-) × (+)Negatif-3 × 4 = -12
(-) × (-)Positif-3 × (-4) = 12

Ingat: Perkalian adalah penjumlahan berulang.

Contoh: -4 × 5 = (-4) + (-4) + (-4) + (-4) + (-4) = -20


4. PEMBAGIAN

Aturan Pembagian:

TandaHasilContoh
(+) : (+)Positif12 : 4 = 3
(+) : (-)Negatif12 : (-4) = -3
(-) : (+)Negatif-12 : 4 = -3
(-) : (-)Positif-12 : (-4) = 3

Intinya:

  • Sama tanda → hasil positif
  • Beda tanda → hasil negatif

5. OPERASI HITUNG CAMPURAN

Aturan Urutan Pengerjaan (Hierarki Operasi):

text

1️⃣ Kerjakan yang di dalam kurung terlebih dahulu
2️⃣ Perkalian dan pembagian (dari kiri ke kanan)
3️⃣ Penjumlahan dan pengurangan (dari kiri ke kanan)

INGAT! Perkalian dan pembagian lebih kuat (didahulukan) dari penjumlahan dan pengurangan.

📝 CONTOH SOAL:

Soal 1: 341 + (-18) × 6 – 279 = …

Penyelesaian:

text

341 + (-18) × 6 - 279
= 341 + (-108) - 279      (kerjakan perkalian dulu)
= 233 - 279               (341 + (-108) = 233)
= -46                     (233 - 279 = -46)

Jadi, 341 + (-18) × 6 – 279 = -46 ✅


Soal 2: 15 – 3 × (-4) + 12 : (-3) = …

Penyelesaian:

text

15 - 3 × (-4) + 12 : (-3)
= 15 - (-12) + (-4)       (3×(-4)=-12, 12:(-3)=-4)
= 15 + 12 - 4             (15 - (-12) = 27, tapi hitung urut)
= 27 - 4
= 23

Jadi, 15 – 3 × (-4) + 12 : (-3) = 23 ✅


Soal 3: -6 × (12 – (-4)) : (-8) = …

Penyelesaian:

text

-6 × (12 - (-4)) : (-8)
= -6 × (12 + 4) : (-8)    (kerjakan kurung dulu)
= -6 × 16 : (-8)          (12 + 4 = 16)
= -96 : (-8)              (-6 × 16 = -96)
= 12                      (-96 : -8 = 12, sama tanda → positif)

Jadi, -6 × (12 – (-4)) : (-8) = 12 ✅


C. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1 (Penjumlahan & Pengurangan)

Kerjakan dengan garis bilangan!

  1. 8 + (-5) = …
  2. -6 + 9 = …
  3. 7 – (-4) = …
  4. -3 – 6 = …
  5. -8 – (-3) = …

✏️ Soal 2 (Perkalian & Pembagian)

Tentukan hasilnya!

  1. 7 × (-6) = …
  2. -9 × (-5) = …
  3. -72 : 8 = …
  4. -56 : (-7) = …
  5. 9 × (-4) : (-6) = …

✏️ Soal 3 (Operasi Campuran)

Selesaikan dengan urutan yang benar!

  1. 250 + (-25) × 5 – 100 = …
  2. -3 × 8 + (-40) : 5 = …
  3. 40 – 5 × 6 + 18 : (-3) = …
  4. -12 × (8 – (-4)) : 6 = …
  5. 90 : (-9) + 7 × (-6) – 4 = …

✏️ Soal 4 (Soal Cerita)

1. Suhu di Kota A adalah -8°C. Setelah itu naik 12°C. Berapa suhu Kota A sekarang?

Jawab: -8 + 12 = 4°C


2. Seekor ikan berenang di kedalaman 15 meter di bawah permukaan laut. Kemudian ikan itu naik 7 meter. Di kedalaman berapa ikan itu sekarang?

Jawab: -15 + 7 = -8 meter (8 meter di bawah permukaan laut)


3. Andi memiliki hutang Rp35.000. Kemudian ia membayar Rp20.000. Berapa sisa hutang Andi?

Jawab: -35.000 + 20.000 = -15.000 (masih berhutang Rp15.000)


D. RANGKUMAN

OperasiAturan Dasar
PenjumlahanSama tanda → jumlahkan, Beda tanda → kurangi
PenguranganUbah menjadi penjumlahan lawan bilangan: a - b = a + (-b)
Perkalian/PembagianSama tanda → positif, Beda tanda → negatif
CampuranKurung → ×/÷ → +/− (dari kiri ke kanan)

💡 Kunci Sukses:

  1. ✅ Pahami konsep garis bilangan
  2. ✅ Hafalkan aturan tanda
  3. ✅ Kerjakan soal secara bertahap
  4. ✅ Perhatikan urutan operasi
  5. ✅ Banyak latihan soal

OPERASI HITUNG CAMPURAN


A. PENGERTIAN

Operasi hitung campuran adalah operasi hitung yang melibatkan lebih dari satu jenis operasi (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) dalam satu soal.

Contoh:

  • 25 + 6 × 3 = … (melibatkan penjumlahan dan perkalian)
  • 48 : 6 – 4 = … (melibatkan pembagian dan pengurangan)
  • 15 + 8 × 4 – 20 : 5 = … (melibatkan semua operasi)

B. ATURAN URUTAN PENGERJAAN (HIERARKI OPERASI)

🔑 KUNCI UTAMA:

Kurung → Perkalian & Pembagian → Penjumlahan & Pengurangan

INGAT SINGKATAN: “KAPAP” (Kurung, Akar/Pangkat, Perkalian/Pembagian, Penjumlahan/Pengurangan)


📋 ATURAN LENGKAP:

text

URUTAN PENGERJAAN:
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
  1️⃣  KURUNG          →  ( ... )  dikerjakan paling awal
  2️⃣  PANGKAT & AKAR  →  pangkat dan akar (jika ada)
  3️⃣  PERKALIAN &     →  ×  dan  :  (dari kiri ke kanan)
      PEMBAGIAN
  4️⃣  PENJUMLAHAN &   →  +  dan  -  (dari kiri ke kanan)
      PENGURANGAN
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

⚠️ PERINGATAN PENTING:

  • Perkalian dan pembagian SAMA KUAT, kerjakan dari KIRI ke KANAN
  • Penjumlahan dan pengurangan SAMA KUAT, kerjakan dari KIRI ke KANAN
  • JANGAN tergoda mengerjakan penjumlahan dulu sebelum perkalian!

C. CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN

📝 CONTOH 1: Operasi Dasar (Perkalian + Penjumlahan)

Soal: 25 + 6 × 3 = …

Penyelesaian:

text

25 + 6 × 3
= 25 + 18          (kerjakan perkalian dulu: 6 × 3 = 18)
= 43               (baru jumlahkan: 25 + 18)

Jawaban: 43 ✅

❌ Jangan keliru: Jangan kerjakan 25 + 6 dulu! (25 + 6) × 3 = 93 (SALAH)


📝 CONTOH 2: Pembagian + Pengurangan

Soal: 48 : 6 – 4 = …

Penyelesaian:

text

48 : 6 - 4
= 8 - 4            (kerjakan pembagian dulu: 48 : 6 = 8)
= 4                (baru kurangi: 8 - 4)

Jawaban: 4 ✅


📝 CONTOH 3: Perkalian & Pembagian (Sama Kuat)

Soal: 36 : 4 × 3 = …

Penyelesaian:

text

36 : 4 × 3
= 9 × 3            (kerjakan dari kiri: 36 : 4 = 9)
= 27               (baru kalikan: 9 × 3)

Jawaban: 27 ✅

⚠️ Perkalian dan pembagian sama kuat, kerjakan dari KIRI!


📝 CONTOH 4: Penjumlahan & Pengurangan (Sama Kuat)

Soal: 45 – 12 + 7 = …

Penyelesaian:

text

45 - 12 + 7
= 33 + 7           (kerjakan dari kiri: 45 - 12 = 33)
= 40               (baru tambahkan: 33 + 7)

Jawaban: 40 ✅


📝 CONTOH 5: Operasi Campuran Lengkap

Soal: 15 + 8 × 4 – 20 : 5 = …

Penyelesaian:

text

15 + 8 × 4 - 20 : 5
= 15 + 32 - 4           (8×4=32 dan 20:5=4, kerjakan dulu)
= 47 - 4                (15 + 32 = 47, dari kiri)
= 43                    (47 - 4 = 43)

Jawaban: 43 ✅


📝 CONTOH 6: Dengan Tanda Kurung

Soal: (15 + 8) × 4 – 20 : 5 = …

Penyelesaian:

text

(15 + 8) × 4 - 20 : 5
= 23 × 4 - 20 : 5        (kerjakan kurung dulu: 15+8=23)
= 92 - 4                 (23×4=92 dan 20:5=4)
= 88                     (92 - 4 = 88)

Jawaban: 88 ✅

Bandingkan dengan Contoh 5! Hasilnya berbeda karena ada kurung.


📝 CONTOH 7: Dengan Bilangan Negatif

Soal: 341 + (-18) × 6 – 279 = …

Penyelesaian:

text

341 + (-18) × 6 - 279
= 341 + (-108) - 279     (-18 × 6 = -108)
= 233 - 279              (341 + (-108) = 233)
= -46                    (233 - 279 = -46)

Jawaban: -46 ✅


📝 CONTOH 8: Soal Rumit

Soal: -12 × (8 – (-4)) : 6 + 5 = …

Penyelesaian:

text

-12 × (8 - (-4)) : 6 + 5
= -12 × (8 + 4) : 6 + 5     (kerjakan kurung dulu: 8-(-4)=12)
= -12 × 12 : 6 + 5          (8+4=12)
= -144 : 6 + 5              (-12×12=-144, dari kiri)
= -24 + 5                   (-144:6=-24)
= -19                       (-24+5=-19)

Jawaban: -19 ✅


📝 CONTOH 9: Soal Cerita

Soal: Bu Ani membeli 5 kg beras seharga Rp12.000 per kg dan 3 kg gula seharga Rp10.000 per kg. Jika Bu Ani membayar dengan uang Rp100.000, berapa kembaliannya?

Penyelesaian:

text

Kembalian = Uang - (Jumlah beras × Harga beras + Jumlah gula × Harga gula)
          = 100.000 - (5 × 12.000 + 3 × 10.000)
          = 100.000 - (60.000 + 30.000)
          = 100.000 - 90.000
          = 10.000

Jawaban: Rp10.000 ✅


D. KESALAHAN YANG SERING TERJADI

❌ SALAH✅ BENARKETERANGAN
3 + 4 × 5 = 353 + 4 × 5 = 23Perkalian harus didahulukan
12 : 3 × 2 = 212 : 3 × 2 = 8Kerjakan dari kiri (12:3=4, 4×2=8)
20 – 5 + 3 = 1220 – 5 + 3 = 18Kerjakan dari kiri (20-5=15, 15+3=18)
4 × (5 + 3) = 324 × (5 + 3) = 32Kurung dikerjakan dulu (tapi jawaban kebetulan sama)
5 + 3 × (2 + 4) = 485 + 3 × (2 + 4) = 23Kurung dulu (6), lalu 3×6=18, baru +5=23

E. LATIHAN SOAL

✏️ LATIHAN 1 (Operasi Dasar)

Kerjakan soal-soal berikut!

  1. 45 + 7 × 6 = …
  2. 80 – 12 × 4 = …
  3. 72 : 8 + 15 = …
  4. 100 – 56 : 7 = …
  5. 9 × 6 – 24 : 3 = …

✏️ LATIHAN 2 (Dengan Kurung)

  1. (45 + 7) × 6 = …
  2. 80 – (12 × 4) = …
  3. (72 : 8) + 15 = …
  4. 100 – (56 : 7) = …
  5. (9 × 6) – (24 : 3) = …

✏️ LATIHAN 3 (Bilangan Negatif)

  1. 250 + (-25) × 5 – 100 = …
  2. -3 × 8 + (-40) : 5 = …
  3. 40 – 5 × 6 + 18 : (-3) = …
  4. -12 × (8 – (-4)) : 6 = …
  5. 90 : (-9) + 7 × (-6) – 4 = …

✏️ LATIHAN 4 (Soal Cerita)

  1. Sebuah toko menjual 8 kotak pensil. Setiap kotak berisi 12 pensil. Jika harga per pensil Rp2.500, berapa total harga semua pensil?
  2. Suhu di puncak gunung -5°C. Setiap jam suhu naik 3°C. Berapa suhu setelah 4 jam?
  3. Seorang pedagang memiliki 75 kg apel. Ia menjual 25 kg dan sisanya dibagi ke dalam 5 kantong sama berat. Berapa kg apel dalam setiap kantong?
  4. Ayah memiliki uang Rp500.000. Ia membeli 4 baju @Rp75.000 dan 3 celana @Rp60.000. Berapa sisa uang Ayah?

F. RANGKUMAN AKHIR

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│                  📌 RINGKASAN                             │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  1️⃣  KURUNG dikerjakan PALING PERTAMA                     │
│                                                            │
│  2️⃣  PERKALIAN dan PEMBAGIAN SAMA KUAT                    │
│      Kerjakan dari KIRI ke KANAN                          │
│                                                            │
│  3️⃣  PENJUMLAHAN dan PENGURANGAN SAMA KUAT               │
│      Kerjakan dari KIRI ke KANAN                          │
│                                                            │
│  💡  JANGAN KERJAKAN PENJUMLAHAN DULU SEBELUM            │
│      PERKALIAN/PEMBAGIAN!                                 │
│                                                            │
│  💡  KURUNG MENGUBAH SEGALANYA!                           │
│      15 + 8 × 4 ≠ (15 + 8) × 4                           │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 Kunci Jawaban Latihan

Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4
1. 871. 3121. 251. Rp240.000
2. 322. 322. -322. 7°C
3. 243. 243. 43. 10 kg
4. 924. 924. 244. Rp20.000
5. 465. 465. -56

Semoga bahan ajar ini bermanfaat!

“Latihan membuat sempurna. Semakin sering berlatih, semakin mahir kamu!” 💪😊

FPB DAN KPK


A. PENGERTIAN

1. FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

FPB adalah bilangan terbesar yang dapat membagi habis dua atau lebih bilangan.

📌 Contoh: FPB dari 12 dan 18 adalah 6, karena 6 adalah bilangan terbesar yang dapat membagi habis 12 dan 18.


2. KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil)

KPK adalah bilangan terkecil yang merupakan kelipatan dari dua atau lebih bilangan.

📌 Contoh: KPK dari 4 dan 6 adalah 12, karena 12 adalah kelipatan terkecil dari 4 dan 6.


B. FAKTOR DAN KELIPATAN

1. Faktor Bilangan

Faktor adalah bilangan yang dapat membagi habis suatu bilangan.

Contoh: Faktor dari 12

text

12 : 1 = 12  ✓
12 : 2 = 6   ✓
12 : 3 = 4   ✓
12 : 4 = 3   ✓
12 : 6 = 2   ✓
12 : 12 = 1  ✓

Faktor 12 = {1, 2, 3, 4, 6, 12}

2. Kelipatan Bilangan

Kelipatan adalah hasil perkalian suatu bilangan dengan bilangan asli.

Contoh: Kelipatan 4

text

4 × 1 = 4
4 × 2 = 8
4 × 3 = 12
4 × 4 = 16
4 × 5 = 20
...

Kelipatan 4 = {4, 8, 12, 16, 20, 24, ...}

C. CARA MENCARI FPB

🔷 METODE 1: Mencari Faktor Persekutuan

Contoh: Tentukan FPB dari 18 dan 24!

Langkah 1: Cari faktor masing-masing bilangan

text

Faktor 18 = {1, 2, 3, 6, 9, 18}
Faktor 24 = {1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24}

Langkah 2: Cari faktor yang sama (faktor persekutuan)

text

Faktor persekutuan 18 dan 24 = {1, 2, 3, 6}

Langkah 3: Ambil yang terbesar

text

FPB = 6 ✅

🔷 METODE 2: Faktorisasi Prima (Pohon Faktor)

Contoh: Tentukan FPB dari 36 dan 48!

Langkah 1: Buat pohon faktor

text

36 = 2² × 3²          48 = 2⁴ × 3
     /   \                  /   \
    2    18               2    24
        /   \                 /   \
       2     9              2    12
           /   \                /   \
          3     3             2     6
                              /   \
                             2     3

Langkah 2: Ambil faktor yang sama dengan pangkat terkecil

text

36 = 2² × 3²
48 = 2⁴ × 3

FPB = 2² × 3 = 4 × 3 = 12 ✅

🔷 METODE 3: Tabel (Pembagian Bertingkat)

Contoh: Tentukan FPB dari 30, 45, dan 75!

304575Faktor Prima
154575÷ 3
51525÷ 5
135(sudah tidak bisa dibagi sama)

FPB = 3 × 5 = 15 ✅


D. CARA MENCARI KPK

🔷 METODE 1: Mencari Kelipatan Persekutuan

Contoh: Tentukan KPK dari 4 dan 6!

Langkah 1: Cari kelipatan masing-masing

text

Kelipatan 4 = {4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, ...}
Kelipatan 6 = {6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, ...}

Langkah 2: Cari kelipatan yang sama

text

Kelipatan persekutuan 4 dan 6 = {12, 24, 36, ...}

Langkah 3: Ambil yang terkecil

text

KPK = 12 ✅

🔷 METODE 2: Faktorisasi Prima (Pohon Faktor)

Contoh: Tentukan KPK dari 12 dan 18!

text

12 = 2² × 3
18 = 2 × 3²

Aturan: Ambil semua faktor dengan pangkat terbesar

text

KPK = 2² × 3² = 4 × 9 = 36 ✅

🔷 METODE 3: Tabel (Pembagian Bertingkat)

Contoh: Tentukan KPK dari 8, 12, dan 20!

81220Pembagi
4610÷ 2
235÷ 2
135÷ 3 (karena 3 bisa)
115÷ 5 (karena 5 bisa)
111selesai

KPK = 2 × 2 × 3 × 5 = 60 ✅


E. PERBANDINGAN FPB DAN KPK

AspekFPBKPK
PengertianFaktor terbesar yang samaKelipatan terkecil yang sama
Cara ambil faktorPangkat terkecilPangkat terbesar
HasilLebih kecil atau samaLebih besar atau sama
Digunakan untukMembagi rata (banyak maksimal)Mencari waktu bersama (bertemu)

F. SOAL CERITA FPB DAN KPK

📝 SOAL CERITA FPB

Soal 1: Ibu memiliki 24 permen cokelat dan 36 permen stroberi. Permen-permen tersebut akan dibagikan kepada anak-anak dengan jumlah yang sama banyak. Berapa jumlah anak paling banyak yang mendapat permen?

Penyelesaian:

text

Kata kunci: "paling banyak" → cari FPB

24 = 2³ × 3
36 = 2² × 3²

FPB = 2² × 3 = 4 × 3 = 12

Jadi, jumlah anak paling banyak adalah 12 orang.
Setiap anak mendapat:
- Cokelat: 24 : 12 = 2 buah
- Stroberi: 36 : 12 = 3 buah

Soal 2: Pak Ahmad memiliki 45 buku tulis dan 60 pensil. Ia ingin membuat paket hadiah yang berisi buku dan pensil dengan jumlah sama di setiap paket. Berapa paket terbanyak yang dapat dibuat?

Penyelesaian:

text

45 = 3² × 5
60 = 2² × 3 × 5

FPB = 3 × 5 = 15

Jadi, Pak Ahmad dapat membuat 15 paket hadiah.

📝 SOAL CERITA KPK

Soal 3: Lampu merah menyala setiap 6 menit, lampu hijau menyala setiap 8 menit. Jika kedua lampu menyala bersama pada pukul 07.00, pukul berapa mereka akan menyala bersama lagi?

Penyelesaian:

text

Kata kunci: "bersama lagi" → cari KPK

6 = 2 × 3
8 = 2³

KPK = 2³ × 3 = 8 × 3 = 24 menit

07.00 + 24 menit = 07.24

Jadi, kedua lampu akan menyala bersama lagi pada pukul 07.24.

Soal 4: Nina les Matematika setiap 4 hari sekali, sedangkan Sari les Matematika setiap 6 hari sekali. Jika hari ini mereka les bersama, setelah berapa hari mereka les bersama lagi?

Penyelesaian:

text

4 = 2²
6 = 2 × 3

KPK = 2² × 3 = 4 × 3 = 12

Jadi, mereka les bersama lagi setelah 12 hari.

G. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Tentukan FPB dari:

  1. 20 dan 30
  2. 24 dan 36
  3. 18, 27, dan 36
  4. 40 dan 56
  5. 48, 60, dan 72

✏️ Soal 2: Tentukan KPK dari:

  1. 8 dan 12
  2. 15 dan 20
  3. 6, 9, dan 12
  4. 16 dan 24
  5. 10, 15, dan 20

✏️ Soal 3: Soal Cerita FPB

  1. Bu Guru membagikan 42 buku tulis dan 56 pensil kepada murid-muridnya secara merata. Berapa murid paling banyak yang mendapat buku dan pensil?
  2. Seorang petani memiliki 24 pohon mangga dan 36 pohon rambutan. Pohon-pohon tersebut akan ditanam dalam barisan dengan jumlah sama setiap baris. Berapa baris paling banyak yang dapat dibuat?

✏️ Soal 4: Soal Cerita KPK

  1. Dua buah bus berangkat dari terminal bersama pada pukul 06.00. Bus A berangkat setiap 15 menit, Bus B setiap 20 menit. Pukul berapa kedua bus berangkat bersama lagi?
  2. Ani pergi ke perpustakaan setiap 4 hari, Budi setiap 6 hari. Jika mereka pergi bersama pada tanggal 1 Juni, tanggal berapa mereka pergi bersama lagi?

H. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│                    📌 RINGKASAN                           │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 FPB = FAKTOR PERSEKUTUAN TERBESAR                     │
│  ├─ Cari faktor yang sama dari semua bilangan              │
│  ├─ Ambil yang TERBESAR                                   │
│  └─ Digunakan untuk soal "paling banyak/maksimal"         │
│                                                            │
│  🔴 KPK = KELIPATAN PERSEKUTUAN TERKECIL                  │
│  ├─ Cari kelipatan yang sama dari semua bilangan           │
│  ├─ Ambil yang TERKECIL                                   │
│  └─ Digunakan untuk soal "bersama/bertemu/kembali"        │
│                                                            │
│  💡 CARA CEPAT:                                            │
│  ├─ Faktorisasi prima → Pohon Faktor                       │
│  │   FPB = ambil SAMA × pangkat TERKECIL                  │
│  │   KPK = ambil SEMUA × pangkat TERBESAR                 │
│  └─ Tabel pembagian bertingkat (lebih praktis)            │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1 (FPB)

NoJawabanNoJawaban
11048
212512
39

Soal 2 (KPK)

NoJawabanNoJawaban
124448
260560
336

Soal 3 (FPB Cerita)

  1. 42 dan 56 → FPB = 14 murid
  2. 24 dan 36 → FPB = 12 baris

Soal 4 (KPK Cerita)

  1. 15 dan 20 → KPK = 60 menit = 07.00 + 60 menit = 08.00
  2. 4 dan 6 → KPK = 12 hari = 13 Juni

BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS 6

AKAR PANGKAT TIGA


A. PENGERTIAN

1. Pangkat Tiga (Bilangan Kubik)

Pangkat tiga adalah perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri sebanyak 3 kali.

Bentuk umum: a³ = a × a × a

Contoh:

text

2³ = 2 × 2 × 2 = 8
3³ = 3 × 3 × 3 = 27
4³ = 4 × 4 × 4 = 64
5³ = 5 × 5 × 5 = 125

Bilangan kubik adalah hasil dari pangkat tiga suatu bilangan.


2. Akar Pangkat Tiga

Akar pangkat tiga adalah kebalikan (invers) dari pangkat tiga.

Bentuk umum: ³√a = b, jika b³ = a

Contoh:

text

³√8 = 2   (karena 2³ = 8)
³√27 = 3  (karena 3³ = 27)
³√64 = 4  (karena 4³ = 64)
³√125 = 5 (karena 5³ = 125)

📌 Bentuk lain: ³√a dapat ditulis sebagai a^(1/3)


B. TABEL BILANGAN KUBIK DAN AKAR KUBIK

BilanganPangkat TigaAkar Pangkat Tiga
11³√1 = 1
28³√8 = 2
327³√27 = 3
464³√64 = 4
5125³√125 = 5
6216³√216 = 6
7343³√343 = 7
8512³√512 = 8
9729³√729 = 9
101000³√1000 = 10
111331³√1331 = 11
121728³√1728 = 12
132197³√2197 = 13
142744³√2744 = 14
153375³√3375 = 15
164096³√4096 = 16
174913³√4913 = 17
185832³√5832 = 18
196859³√6859 = 19
208000³√8000 = 20

C. CARA MENCARI AKAR PANGKAT TIGA

🔷 METODE 1: Menghafal (Bilangan Kecil)

Untuk bilangan kubik kecil (1-1000), hafalkan tabel di atas.

Contoh:

text

³√216 = 6 (karena 6³ = 216)
³√512 = 8 (karena 8³ = 512)
³√729 = 9 (karena 9³ = 729)

🔷 METODE 2: Faktorisasi Prima

Contoh 1: Tentukan ³√1728

Langkah 1: Faktorisasi prima

text

1728 = 2⁶ × 3³

Langkah 2: Akar pangkat tiga → pangkat dibagi 3

text

³√1728 = ³√(2⁶ × 3³)
        = 2^(6/3) × 3^(3/3)
        = 2² × 3¹
        = 4 × 3
        = 12 ✅

Contoh 2: Tentukan ³√3375

text

3375 = 3³ × 5³
³√3375 = ³√(3³ × 5³)
        = 3 × 5
        = 15 ✅

Contoh 3: Tentukan ³√5832

text

5832 = 2³ × 3⁶
³√5832 = ³√(2³ × 3⁶)
        = 2^(3/3) × 3^(6/3)
        = 2¹ × 3²
        = 2 × 9
        = 18 ✅

🔷 METODE 3: Tebakan Dua Digit (Bilangan 4-6 Digit)

Contoh: Tentukan ³√42875

Langkah 1: Perhatikan angka terakhir

text

42875 → angka terakhir 5
5³ = 125 → berakhir 5
Jadi, digit terakhir jawaban = 5

Langkah 2: Ambil 3 digit depan (428)

text

Cari bilangan kubik yang mendekati 428 dari bawah
7³ = 343  (terlalu kecil)
8³ = 512  (terlalu besar)
Jadi, digit pertama = 7

Langkah 3: Gabungkan

text

Digit pertama = 7
Digit terakhir = 5
Jadi, ³√42875 = 75 ✅

Cek: 75³ = 75 × 75 × 75 = 421.875 ✓


Contoh: Tentukan ³√185193

Langkah 1: Angka terakhir = 3

text

3³ = 27 → berakhir 7
7³ = 343 → berakhir 3
Jadi, digit terakhir = 7 (karena 7³ berakhir 3)

Langkah 2: Tiga digit depan = 185

text

5³ = 125   (terlalu kecil)
6³ = 216   (terlalu besar)
Jadi, digit pertama = 5

Hasil: ³√185193 = 57 ✅

Cek: 57³ = 57 × 57 × 57 = 185.193 ✓


🔷 METODE 4: Pohon Faktor (Lebih Terstruktur)

Contoh: Tentukan ³√4096

text

4096 = 2¹²
³√4096 = ³√(2¹²)
        = 2^(12/3)
        = 2⁴
        = 16 ✅

D. OPERASI HITUNG DENGAN AKAR PANGKAT TIGA

1. Penjumlahan dan Pengurangan

Ingat! Hanya bisa dijumlahkan/dikurangkan jika akar sama dan bilangan di dalam akar sama

Contoh:

text

³√8 + ³√27 = 2 + 3 = 5 ✅

³√27 + ³√27 = 3 + 3 = 6 ✅

³√8 + ³√64 = 2 + 4 = 6 ✅

³√125 + ³√8 = 5 + 2 = 7 ✅

2. Perkalian

text

³√a × ³√b = ³√(a × b)

Contoh:

text

³√8 × ³√27 = 2 × 3 = 6
atau
³√8 × ³√27 = ³√(8 × 27) = ³√216 = 6 ✅

3. Pembagian

text

³√a : ³√b = ³√(a : b)

Contoh:

text

³√512 : ³√64 = 8 : 4 = 2
atau
³√512 : ³√64 = ³√(512 : 64) = ³√8 = 2 ✅

4. Operasi Campuran

Contoh: ³√125 + ³√64 × ³√27 = …

text

³√125 + ³√64 × ³√27
= 5 + 4 × 3              (kerjakan akar dulu)
= 5 + 12                 (perkalian dulu)
= 17                     (baru penjumlahan) ✅

E. SOAL CERITA

Soal 1: Sebuah bak mandi berbentuk kubus memiliki volume 4.096 liter. Berapa panjang rusuk bak mandi tersebut?

Penyelesaian:

text

Volume kubus = s × s × s = s³
s³ = 4.096
s = ³√4.096 = 16

Jadi, panjang rusuk bak mandi = 16 dm = 1,6 meter ✅

Soal 2: Sebuah kotak mainan berbentuk kubus memiliki volume 3.375 cm³. Berapa panjang sisi kotak mainan tersebut?

Penyelesaian:

text

s³ = 3.375
s = ³√3.375 = 15

Jadi, panjang sisi kotak = 15 cm ✅

Soal 3: Volume sebuah kubus sama dengan volume balok berukuran 27 cm × 18 cm × 12 cm. Berapa panjang rusuk kubus tersebut?

Penyelesaian:

text

Volume balok = 27 × 18 × 12 = 5.832 cm³
Volume kubus = Volume balok
s³ = 5.832
s = ³√5.832 = 18

Jadi, panjang rusuk kubus = 18 cm ✅

F. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Tentukan hasil akar pangkat tiga berikut!

NoSoalJawaban
1³√1
2³√64
3³√343
4³√1000
5³√2197
6³√4096
7³√6859
8³√9261
9³√15625
10³√32768

✏️ Soal 2: Hitunglah operasi berikut!

  1. ³√8 + ³√27 = …
  2. ³√125 – ³√64 = …
  3. ³√216 × ³√8 = …
  4. ³√1000 : ³√125 = …
  5. ³√512 + ³√729 – ³√343 = …
  6. ³√27 × ³√64 : ³√8 = …
  7. ³√125 + ³√216 – ³√27 = …
  8. ³√4096 : ³√64 × ³√27 = …

✏️ Soal 3: Soal Cerita

  1. Sebuah kubus memiliki volume 13.824 cm³. Berapa panjang rusuknya?
  2. Volume sebuah kubus adalah 46.656 cm³. Tentukan panjang sisi kubus tersebut!
  3. Sebuah bak mandi berbentuk kubus dapat menampung air 17.576 liter. Berapa dm panjang rusuk bak mandi tersebut?
  4. Sebuah kotak kado berbentuk kubus memiliki volume 19.683 cm³. Jika kotak tersebut akan dibungkus kertas, berapa cm panjang sisi kotak?
  5. Volume sebuah kubus 2.197 cm³. Berapa cm panjang rusuk kubus tersebut?

G. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│              📌 RINGKASAN AKAR PANGKAT TIGA              │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 PANGKAT TIGA (Bilangan Kubik)                         │
│     a³ = a × a × a                                        │
│     Contoh: 5³ = 5 × 5 × 5 = 125                          │
│                                                            │
│  🔴 AKAR PANGKAT TIGA                                     │
│     ³√a = b, jika b³ = a                                  │
│     Contoh: ³√125 = 5, karena 5³ = 125                   │
│                                                            │
│  💡 CARA CEPAT MENGHITUNG:                                │
│  ├─ Untuk 1-1000: Hafalkan tabel                          │
│  ├─ Untuk >1000: Gunakan faktorisasi prima                │
│  └─ Untuk 4-6 digit: Tebakan 2 digit (lihat akhir)       │
│                                                            │
│  💡 TIPS:                                                 │
│  ├─ Akar pangkat tiga = kebalikan pangkat tiga            │
│  ├─ ³√(a³) = a                                            │
│  └─ (³√a)³ = a                                            │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1

NoJawabanNoJawaban
11616
24719
37821
410925
5131032

Soal 2

  1. 2 + 3 = 5
  2. 5 – 4 = 1
  3. 6 × 2 = 12
  4. 10 : 5 = 2
  5. 8 + 9 – 7 = 10
  6. 3 × 4 : 2 = 6
  7. 5 + 6 – 3 = 8
  8. 16 : 4 × 3 = 12

Soal 3 (Cerita)

  1. ³√13.824 = 24 cm
  2. ³√46.656 = 36 cm
  3. ³√17.576 = 26 dm
  4. ³√19.683 = 27 cm
  5. ³√2.197 = 13 cm

SATUAN VOLUME DAN DEBIT


A. SATUAN VOLUME

1. Pengertian Volume

Volume adalah ukuran besar ruang yang dapat ditempati oleh suatu benda atau zat cair.


2. Tangga Satuan Volume (Kubik)

text

            km³
             ↓ (× 1.000)
            hm³
             ↓ (× 1.000)
            dam³
             ↓ (× 1.000)
             m³
             ↓ (× 1.000)
            dm³
             ↓ (× 1.000)
            cm³
             ↓ (× 1.000)
            mm³

      Setiap turun 1 tangga → × 1.000
      Setiap naik 1 tangga → : 1.000

📌 Kunci: Satuan volume kubik (³) selalu × 1.000 atau : 1.000 per tangga.


3. Tangga Satuan Volume (Liter)

text

            kL (kiloliter)
             ↓ (× 10)
            hL (hektoliter)
             ↓ (× 10)
            daL (dekaliter)
             ↓ (× 10)
             L (liter)
             ↓ (× 10)
            dL (desiliter)
             ↓ (× 10)
            cL (sentiliter)
             ↓ (× 10)
            mL (mililiter)

      Setiap turun 1 tangga → × 10
      Setiap naik 1 tangga → : 10

4. Hubungan Satuan Kubik dan Liter

Satuan KubikSatuan Liter
1 m³= 1.000 dm³ = 1.000 L
1 dm³= 1 L
1 cm³= 1 mL
1 L= 1 dm³ = 1.000 cm³
1 mL= 1 cm³

5. Konversi Satuan Volume

Contoh Konversi Satuan Kubik:

KonversiCaraHasil
2 m³ = … cm³2 × 1.000 × 1.0002.000.000 cm³
5.000 dm³ = … m³5.000 : 1.0005 m³
3 dam³ = … m³3 × 1.0003.000 m³
12.000.000 cm³ = … m³12.000.000 : 1.000.00012 m³

Contoh Konversi Liter:

KonversiCaraHasil
3 L = … mL3 × 1.0003.000 mL
5 kL = … L5 × 1.0005.000 L
2.500 mL = … L2.500 : 1.0002,5 L
7 L = … cL7 × 100700 cL

Contoh Soal Konversi Campuran:

Soal 1: 4 m³ = … L

text

4 m³ = 4 × 1.000 dm³ = 4.000 dm³
4.000 dm³ = 4.000 L

Jadi, 4 m³ = 4.000 L ✅

Soal 2: 2,5 L = … cm³

text

2,5 L = 2,5 × 1.000 mL = 2.500 mL
2.500 mL = 2.500 cm³

Jadi, 2,5 L = 2.500 cm³ ✅

Soal 3: 7.500 mL = … dm³

text

7.500 mL = 7.500 cm³
7.500 cm³ = 7.500 : 1.000 = 7,5 dm³

Jadi, 7.500 mL = 7,5 dm³ ✅

Soal 4: 0,05 m³ = … L

text

0,05 m³ = 0,05 × 1.000 dm³ = 50 dm³
50 dm³ = 50 L

Jadi, 0,05 m³ = 50 L ✅

B. DEBIT

1. Pengertian Debit

Debit adalah volume zat cair yang mengalir tiap satuan waktu.

📌 Rumus Dasar:

Debit = Volume : Waktu

atau

D = V : t


2. Rumus Turunan

RumusSimbolSatuan
D = V : tDebit = Volume ÷ WaktuL/detik, m³/jam, dll
V = D × tVolume = Debit × WaktuL, m³, dll
t = V : DWaktu = Volume ÷ Debitdetik, jam, menit, dll

3. Satuan Debit

Satuan DebitKeterangan
L/detikLiter per detik
L/menitLiter per menit
m³/jamMeter kubik per jam
mL/detikMililiter per detik

4. Contoh Soal Debit

📝 Contoh 1: Mencari Debit

Soal: Air mengalir dari keran sebanyak 120 liter dalam waktu 2 menit. Berapa debit air tersebut?

Penyelesaian:

text

Diketahui:
V = 120 liter
t = 2 menit

Ditanya: D = ...?

D = V : t
D = 120 : 2
D = 60 liter/menit

Jadi, debit air = 60 L/menit ✅

📝 Contoh 2: Mencari Volume

Soal: Sebuah pompa air memiliki debit 25 L/menit. Berapa volume air yang dapat dialirkan selama 8 menit?

Penyelesaian:

text

Diketahui:
D = 25 L/menit
t = 8 menit

Ditanya: V = ...?

V = D × t
V = 25 × 8
V = 200 liter

Jadi, volume air yang dialirkan = 200 L ✅

📝 Contoh 3: Mencari Waktu

Soal: Sebuah tangki berisi 800 liter air. Air tersebut dialirkan dengan debit 40 L/menit. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga tangki kosong?

Penyelesaian:

text

Diketahui:
V = 800 L
D = 40 L/menit

Ditanya: t = ...?

t = V : D
t = 800 : 40
t = 20 menit

Jadi, waktu yang dibutuhkan = 20 menit ✅

📝 Contoh 4: Debit dengan Satuan Berbeda

Soal: Sebuah selang mengalirkan air 15.000 mL dalam waktu 10 menit. Berapa debitnya dalam L/detik?

Penyelesaian:

text

Langkah 1: Ubah satuan volume ke liter
15.000 mL = 15.000 : 1.000 = 15 L

Langkah 2: Ubah satuan waktu ke detik
10 menit = 10 × 60 = 600 detik

Langkah 3: Hitung debit
D = V : t
D = 15 : 600
D = 0,025 L/detik

Jadi, debit = 0,025 L/detik ✅

📝 Contoh 5: Soal Cerita (Mengisi Bak)

Soal: Sebuah bak mandi berbentuk balok dengan ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 50 cm akan diisi air menggunakan selang dengan debit 4 L/menit. Berapa menit waktu yang diperlukan untuk mengisi bak hingga penuh?

Penyelesaian:

text

Langkah 1: Cari volume bak (dalam cm³)
V = p × l × t
V = 60 × 40 × 50 = 120.000 cm³

Langkah 2: Ubah volume ke liter
120.000 cm³ = 120.000 : 1.000 = 120 dm³ = 120 L

Langkah 3: Hitung waktu
t = V : D
t = 120 : 4 = 30 menit

Jadi, waktu yang diperlukan = 30 menit ✅

📝 Contoh 6: Soal Cerita (Kebocoran)

Soal: Sebuah penampungan air berbentuk kubus dengan panjang rusuk 80 cm. Air di dalamnya bocor dengan debit 128 L/jam. Berapa jam waktu yang diperlukan hingga air habis?

Penyelesaian:

text

Langkah 1: Cari volume kubus
V = s³ = 80 × 80 × 80 = 512.000 cm³

Langkah 2: Ubah volume ke liter
512.000 cm³ = 512.000 : 1.000 = 512 dm³ = 512 L

Langkah 3: Hitung waktu
t = V : D
t = 512 : 128 = 4 jam

Jadi, air akan habis dalam 4 jam ✅

C. KONVERSI DEBIT

Cara Konversi Debit

Contoh 1: 3 m³/jam = … L/menit

text

3 m³/jam = 3 × 1.000 L/jam = 3.000 L/jam
3.000 L/jam = 3.000 : 60 L/menit = 50 L/menit

Jadi, 3 m³/jam = 50 L/menit ✅

Contoh 2: 120 L/menit = … mL/detik

text

120 L/menit = 120 × 1.000 mL/menit = 120.000 mL/menit
120.000 mL/menit = 120.000 : 60 mL/detik = 2.000 mL/detik

Jadi, 120 L/menit = 2.000 mL/detik ✅

Contoh 3: 5 L/detik = … L/jam

text

5 L/detik = 5 × 60 L/menit = 300 L/menit
300 L/menit = 300 × 60 L/jam = 18.000 L/jam

Jadi, 5 L/detik = 18.000 L/jam ✅

D. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Konversi Satuan Volume

  1. 5 m³ = … dm³
  2. 7.000 cm³ = … dm³
  3. 3 dm³ = … mL
  4. 2,5 L = … mL
  5. 4.500 mL = … L
  6. 0,75 m³ = … L
  7. 12.000.000 cm³ = … m³
  8. 2.500 L = … m³
  9. 6 kL = … L
  10. 3.200 mL = … L

✏️ Soal 2: Konversi Satuan Debit

  1. 5 L/menit = … mL/menit
  2. 3.000 L/jam = … L/menit
  3. 2 L/detik = … L/menit
  4. 180 L/menit = … L/detik
  5. 4 m³/jam = … L/menit
  6. 1,5 L/detik = … mL/detik
  7. 7.200 L/jam = … L/detik
  8. 250 mL/detik = … L/detik

✏️ Soal 3: Menghitung Debit

  1. Sebuah keran mengalirkan 240 liter air dalam waktu 4 menit. Berapa debit keran tersebut?
  2. Air terjun mengalirkan 3.600 liter air dalam 1 jam. Berapa debit air terjun dalam L/menit?
  3. Sebuah selang mengalirkan 90 liter air dalam

LUAS BANGUN DATAR


A. PENGERTIAN

Bangun datar adalah bangun yang memiliki dimensi panjang dan lebar (2 dimensi) dan tidak memiliki ketebalan.

Luas adalah besarnya daerah yang dibatasi oleh sisi-sisi bangun datar.

📌 Satuan luas: mm², cm², dm², m², dam², hm², km², are, hektar, dll.


B. TANGGA SATUAN LUAS

text

            km² (hektar)
             ↓ (× 100)
            hm² (hektar)
             ↓ (× 100)
            dam² (are)
             ↓ (× 100)
             m²
             ↓ (× 100)
            dm²
             ↓ (× 100)
            cm²
             ↓ (× 100)
            mm²

      Setiap turun 1 tangga → × 100
      Setiap naik 1 tangga → : 100

Satuan Khusus:

  • 1 hektar (ha) = 10.000 m²
  • 1 are = 100 m²

C. RUMUS LUAS BANGUN DATAR

1. PERSEGI

text

        s
    ┌──────┐
    │      │ s
    └──────┘

Luas = s × s = s²
Keliling = 4 × s

Keterangan: s = sisi

Contoh:
Hitunglah luas persegi dengan sisi 8 cm!

text

L = s × s
L = 8 × 8 = 64 cm² ✅

2. PERSEGI PANJANG

text

        p
    ┌──────────┐
    │          │ l
    └──────────┘

Luas = p × l
Keliling = 2 × (p + l)

Keterangan: p = panjang, l = lebar

Contoh:
Hitunglah luas persegi panjang dengan panjang 12 cm dan lebar 5 cm!

text

L = p × l
L = 12 × 5 = 60 cm² ✅

3. SEGITIGA

text

        A
       /|\
      / | \ t
     /  |  \
    B───┴───C
        a

Luas = ½ × a × t
Keliling = a + b + c

Keterangan: a = alas, t = tinggi

Contoh:
Hitunglah luas segitiga dengan alas 14 cm dan tinggi 6 cm!

text

L = ½ × a × t
L = ½ × 14 × 6
L = ½ × 84 = 42 cm² ✅

4. JAJAR GENJANG

text

        a
    ┌──────────┐
   /│          /│ t
  / │         / │
 └──┴─────────┘
        a

Luas = a × t
Keliling = 2 × (a + b)

Keterangan: a = alas, t = tinggi, b = sisi miring

Contoh:
Hitunglah luas jajar genjang dengan alas 15 cm dan tinggi 8 cm!

text

L = a × t
L = 15 × 8 = 120 cm² ✅

5. BELAH KETUPAT

text

          d₁
      ┌──────┐
     /│      │\
    / │      │ \
   /  │      │  \
  /   │      │   \
 /    │      │    \
└─────┘      └─────┘
     d₂

Luas = ½ × d₁ × d₂
Keliling = 4 × s

Keterangan: d₁ = diagonal 1, d₂ = diagonal 2

Contoh:
Hitunglah luas belah ketupat dengan diagonal 18 cm dan 12 cm!

text

L = ½ × d₁ × d₂
L = ½ × 18 × 12
L = ½ × 216 = 108 cm² ✅

6. LAYANG-LAYANG

text

          d₁
      ┌──────┐
     /│      │\
    / │      │ \
   /  │      │  \
  /   │      │   \
 /    │      │    \
└─────┘      └─────┘
     d₂

Luas = ½ × d₁ × d₂
Keliling = 2 × (a + b)

Keterangan: d₁ = diagonal 1, d₂ = diagonal 2

Contoh:
Hitunglah luas layang-layang dengan diagonal 20 cm dan 14 cm!

text

L = ½ × d₁ × d₂
L = ½ × 20 × 14
L = ½ × 280 = 140 cm² ✅

7. TRAPESIUM

text

         a
    ┌──────────┐
   /│          /│ t
  / │         / │
 └──┴─────────┘
         b

Luas = ½ × (a + b) × t
Keliling = a + b + c + d

Keterangan: a = sisi sejajar atas, b = sisi sejajar bawah, t = tinggi

Contoh:
Hitunglah luas trapesium dengan sisi sejajar 10 cm dan 16 cm, tinggi 8 cm!

text

L = ½ × (a + b) × t
L = ½ × (10 + 16) × 8
L = ½ × 26 × 8
L = ½ × 208 = 104 cm² ✅

8. LINGKARAN

text

        ⭕
       /  \
      | r |
       \  /
        ⭕

Luas = π × r²
Keliling = 2 × π × r = π × d

Keterangan: 
r = jari-jari
d = diameter (d = 2 × r)
π = 22/7 atau 3,14

Tips memilih π:

  • Jika r atau d kelipatan 7 → gunakan 22/7
  • Jika r atau d bukan kelipatan 7 → gunakan 3,14

Contoh:
Hitunglah luas lingkaran dengan jari-jari 7 cm!

text

L = π × r²
L = 22/7 × 7 × 7
L = 22 × 7 = 154 cm² ✅

Contoh 2:
Hitunglah luas lingkaran dengan diameter 20 cm!

text

r = d : 2 = 20 : 2 = 10 cm
L = π × r²
L = 3,14 × 10 × 10
L = 3,14 × 100 = 314 cm² ✅

D. PERBANDINGAN RUMUS

Bangun DatarRumus LuasRumus Keliling
Persegis × s4 × s
Persegi Panjangp × l2 × (p + l)
Segitiga½ × a × ta + b + c
Jajar Genjanga × t2 × (a + b)
Belah Ketupat½ × d₁ × d₂4 × s
Layang-layang½ × d₁ × d₂2 × (a + b)
Trapesium½ × (a + b) × ta + b + c + d
Lingkaranπ × r²2 × π × r

E. SOAL CERITA

Soal 1:
Sebuah taman berbentuk persegi panjang dengan panjang 25 m dan lebar 15 m. Di tengah taman terdapat kolam berbentuk lingkaran dengan diameter 7 m. Berapa luas taman yang tidak terkena kolam?

Penyelesaian:

text

Luas taman = p × l = 25 × 15 = 375 m²

Jari-jari kolam = 7 : 2 = 3,5 m
Luas kolam = π × r² = 22/7 × 3,5 × 3,5
Luas kolam = 22/7 × 12,25 = 38,5 m²

Luas taman tanpa kolam = 375 - 38,5 = 336,5 m² ✅

Soal 2:
Sebuah layang-layang memiliki diagonal 24 cm dan 16 cm. Berapa luas layang-layang tersebut?

Penyelesaian:

text

L = ½ × d₁ × d₂
L = ½ × 24 × 16
L = ½ × 384 = 192 cm² ✅

Soal 3:
Sawah Pak Budi berbentuk trapesium dengan panjang sisi sejajar 30 m dan 18 m, jarak kedua sisi sejajar 12 m. Berapa luas sawah Pak Budi?

Penyelesaian:

text

L = ½ × (a + b) × t
L = ½ × (30 + 18) × 12
L = ½ × 48 × 12
L = 24 × 12 = 288 m² ✅

Soal 4:
Sebuah kolam renang berbentuk persegi panjang dengan panjang 12 m dan lebar 8 m. Di sekeliling kolam akan dipasang keramik dengan lebar 1 m. Berapa luas keramik yang dibutuhkan?

Penyelesaian:

text

Luas seluruh (kolam + keramik):
p = 12 + 2 = 14 m
l = 8 + 2 = 10 m
L_total = 14 × 10 = 140 m²

Luas kolam = 12 × 8 = 96 m²

Luas keramik = 140 - 96 = 44 m² ✅

F. LUAS GABUNGAN BANGUN DATAR

Cara Menghitung Luas Gabungan:

  1. Identifikasi bangun-bangun yang membentuk gabungan
  2. Hitung luas masing-masing bangun
  3. Jumlahkan semua luas (untuk bangun yang digabung)
  4. Kurangkan (untuk bangun yang berlubang/tidak termasuk)

Contoh 1:
Hitunglah luas bangun di bawah ini!

text

      ┌─────────────┐
      │             │
      │    Persegi  │ 8 cm
      │    Panjang  │
      ├──────┬──────┤
      │      │      │
 

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA


A. PENGERTIAN DATA

Data adalah kumpulan informasi atau keterangan yang diperoleh dari suatu pengamatan atau penelitian.

Contoh data:

  • Data tinggi badan siswa
  • Data nilai ulangan matematika
  • Data jumlah pengunjung perpustakaan
  • Data jenis makanan favorit

B. PENGUMPULAN DATA

1. Sumber Data

Data dapat diperoleh dari:

Sumber DataContoh
WawancaraBertanya langsung kepada narasumber
Angket/KuesionerMemberikan daftar pertanyaan tertulis
ObservasiMengamati langsung suatu kejadian
DokumentasiMengambil data dari dokumen yang ada
Tes/UlanganMengumpulkan nilai dari hasil tes

2. Cara Menyajikan Data

Data dapat disajikan dalam bentuk:

  • Tabel (tabel frekuensi, tabel distribusi)
  • Diagram (diagram batang, diagram lingkaran, diagram garis)
  • Piktogram (gambar)

C. TABEL FREKUENSI

Tabel frekuensi adalah tabel yang menunjukkan seberapa sering (frekuensi) suatu data muncul.

Contoh:

Data nilai ulangan matematika 20 siswa:

text

70, 80, 85, 70, 90, 75, 80, 85, 70, 80,
90, 85, 75, 80, 85, 70, 80, 90, 85, 80

Langkah membuat tabel frekuensi:

  1. Urutkan data dari terkecil ke terbesar
  2. Hitung frekuensi (jumlah) setiap nilai
NilaiTurusFrekuensi
70IIII4
75II2
80IIII I6
85IIII5
90III3
Jumlah20

D. DIAGRAM BATANG

Diagram batang adalah penyajian data menggunakan batang-batang (persegi panjang) yang tingginya menunjukkan frekuensi.

Ciri-ciri:

  • Sumbu vertikal (Y) = frekuensi
  • Sumbu horizontal (X) = kategori data
  • Batang dapat vertikal atau horizontal

Contoh:

Data nilai ulangan matematika:

text

Frekuensi
   7 ┤          █
   6 ┤          █
   5 ┤     █    █    █
   4 ┤  █  █    █    █
   3 ┤  █  █    █    █    █
   2 ┤  █  █    █    █    █
   1 ┤  █  █    █    █    █
   0 ┼──┴──┴────┴────┴────┴──
        70  75  80  85  90
              Nilai

E. DIAGRAM LINGKARAN

Diagram lingkaran adalah penyajian data menggunakan lingkaran yang dibagi menjadi juring-juring (potongan) sesuai proporsi data.

Cara Menghitung Sudut:

Rumus:
Sudut = (Frekuensi / Total Data) × 360°

Contoh:

Data hobi 36 siswa:

HobiFrekuensiSudut
Membaca6(6/36) × 360° = 60°
Olahraga12(12/36) × 360° = 120°
Musik9(9/36) × 360° = 90°
Melukis9(9/36) × 360° = 90°
Total36360°

text

        Olahraga
       120°
    ████████
  ██        ██
 █            █
█  Musik 90°   █
█              █  Membaca 60°
 █            █
  ██        ██
    ████████
      Melukis
       90°

Cara Menghitung Persentase:

Rumus:
Persentase = (Frekuensi / Total Data) × 100%

HobiFrekuensiPersentase
Membaca6(6/36) × 100% = 16,67%
Olahraga12(12/36) × 100% = 33,33%
Musik9(9/36) × 100% = 25%
Melukis9(9/36) × 100% = 25%
Total36100%

F. DIAGRAM GARIS

Diagram garis adalah penyajian data menggunakan titik-titik yang dihubungkan dengan garis lurus.

Kegunaan:

  • Menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu
  • Menunjukkan tren (kecenderungan)

Contoh:

Data suhu harian selama 7 hari:

HariSeninSelasaRabuKamisJumatSabtuMinggu
Suhu28°C30°C29°C31°C30°C32°C31°C

text

Suhu
32 ┤              ●
31 ┤     ●        ●    ●
30 ┤  ●     ●
29 ┤     ●
28 ┤  ●
   ┼───┴───┴───┴───┴───┴───┴───
      S   S   R   K   J   S   M

G. PIKTOGRAM

Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar atau simbol yang mewakili nilai tertentu.

Contoh:

Jumlah siswa di 4 kelas:

KelasSiswaPiktogram
6A30🧑🧑🧑🧑🧑🧑
6B25🧑🧑🧑🧑🧑
6C28🧑🧑🧑🧑🧑🧑
6D27🧑🧑🧑🧑🧑🧑

Keterangan: 🧑 = 5 siswa


H. PENGOLAHAN DATA

1. NILAI TERKECIL DAN TERBESAR

Contoh: Data: 45, 60, 55, 70, 65, 50, 80, 75, 55, 60

text

Nilai terkecil = 45
Nilai terbesar = 80

2. JUMLAH DATA

Jumlah data adalah total seluruh nilai data.

text

Jumlah = 45 + 60 + 55 + 70 + 65 + 50 + 80 + 75 + 55 + 60
Jumlah = 615

3. RATA-RATA (MEAN)

Rumus Rata-rata:
Mean = Jumlah seluruh data : Banyak data

x̄ = Σx : n

Contoh:
Data: 45, 60, 55, 70, 65, 50, 80, 75, 55, 60

text

Jumlah data = 615
Banyak data = 10

Mean = 615 : 10 = 61,5 ✅

4. MEDIAN (NILAI TENGAH)

Median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan.

Untuk data ganjil:

Contoh: Data: 5, 7, 8, 9, 12

text

Data diurutkan: 5, 7, 8, 9, 12
Median = nilai ke-(n+1)/2
Median = nilai ke-3 = 8 ✅

Untuk data genap:

Contoh: Data: 5, 6, 7, 8, 9, 12

text

Data diurutkan: 5, 6, 7, 8, 9, 12
Median = (data ke n/2 + data ke (n/2 + 1)) : 2
Median = (7 + 8) : 2 = 7,5 ✅

5. MODUS (NILAI YANG SERING MUNCUL)

Modus adalah data yang paling sering muncul (frekuensi tertinggi).

Contoh:
Data: 45, 60, 55, 70, 65, 50, 80, 75, 55, 60

text

45 muncul 1 kali
50 muncul 1 kali
55 muncul 2 kali  ← modus (muncul paling banyak)
60 muncul 2 kali  ← modus
65 muncul 1 kali
70 muncul 1 kali
75 muncul 1 kali
80 muncul 1 kali

Modus = 55 dan 60 (memiliki 2 modus) ✅

Catatan:

  • Jika satu nilai yang paling sering muncul → Unimodal
  • Jika dua nilai yang paling sering muncul → Bimodal
  • Jika semua nilai sama frekuensinya → Tidak ada modus

I. CONTOH SOAL LENGKAP

📝 Contoh 1: Data Nilai

Data nilai ulangan matematika 10 siswa:

text

65, 70, 75, 80, 85, 70, 75, 80, 85, 90

Tentukan:

  1. Tabel frekuensi
  2. Nilai tertinggi dan terendah
  3. Rata-rata
  4. Median
  5. Modus

Penyelesaian:

1. Tabel Frekuensi:

NilaiFrekuensi
651
702
752
802
852
901
Total10

2. Nilai tertinggi = 90, nilai terendah = 65

3. Rata-rata:

text

Jumlah = 65 + 70 + 75 + 80 + 85 + 70 + 75 + 80 + 85 + 90 = 775
Mean = 775 : 10 = 77,5 ✅

4. Median:

text

Data diurutkan: 65, 70, 70, 75, 75, 80, 80, 85, 85, 90
Median = (75 + 80) : 2 = 77,5 ✅

5. Modus:

text

70 muncul 2 kali
75 muncul 2 kali
80 muncul 2 kali
85 muncul 2 kali

Modus = 70, 75, 80, 85 (Bimodal) ✅

📝 Contoh 2: Data Berat Badan

Data berat badan (kg) 12 siswa:

text

32, 35, 30, 34, 32, 33, 35, 32, 34, 33, 35, 34

Tentukan rata-rata, median, dan modus!

Penyelesaian:

1. Rata-rata:

text

Jumlah = 32+35+30+34+32+33+35+32+34+33+35+34 = 399
Mean = 399 : 12 = 33,25 kg ✅

2. Median:

text

Data diurutkan: 30, 32, 32, 32, 33, 33, 34, 34, 34, 35, 35, 35
Median = (33 + 34) : 2 = 33,5 kg ✅

3. Modus:

text

32 muncul 3 kali
33 muncul 2 kali
34 muncul 3 kali
35 muncul 3 kali

Modus = 32, 34, dan 35 ✅

J. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Tabel Frekuensi

Data nilai ulangan IPA 15 siswa:

text

60, 75, 80, 70, 85, 60, 75, 80, 90, 70, 75, 80, 85, 70, 75

Buatlah tabel frekuensi dari data tersebut!


✏️ Soal 2: Diagram Batang

Dari tabel frekuensi di atas, gambarkan diagram batang!


✏️ Soal 3: Diagram Lingkaran

Data pekerjaan orang tua siswa kelas 6:

PekerjaanJumlah
Petani10
Guru8
Pedagang12
Swasta10

Buatlah diagram lingkaran dari data tersebut!
(Hitung sudut dan persentase masing-masing)


✏️ Soal 4: Menentukan Rata-rata, Median, Modus

Data tinggi badan (cm) 8 siswa:

text

145, 150, 148, 152, 150, 147, 151, 149

Tentukan:

  1. Jumlah data
  2. Rata-rata (mean)
  3. Median
  4. Modus

✏️ Soal 5: Menentukan Rata-rata, Median, Modus

Data nilai ulangan matematika 12 siswa:

text

80, 75, 90, 85, 70, 85, 80, 75, 90, 85, 80, 75

Tentukan:

  1. Jumlah data
  2. Rata-rata (mean)
  3. Median
  4. Modus

✏️ Soal 6: Soal Cerita

  1. Data nilai ulangan IPA 8 siswa adalah 70, 80, 75, 85, 70, 80, 90, 75. Berapa rata-rata nilai mereka?
  2. Seorang petani mencatat hasil panen (kg) selama 7 hari:

text

25, 30, 28, 32, 30, 35, 28

Berapa rata-rata hasil panen per hari?

  1. Suhu di kota A selama 5 hari:

text

28°C, 30°C, 29°C, 31°C, 30°C

Tentukan rata-rata suhu selama 5 hari!

  1. Dari data nomor 3, tentukan median dan modusnya!

K. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│           📌 RINGKASAN PENGOLAHAN DATA                   │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 JENIS PENYAJIAN DATA:                                 │
│  ├─ Tabel Frekuensi  (mengelompokkan data)               │
│  ├─ Diagram Batang   (membandingkan kategori)            │
│  ├─ Diagram Lingkaran (menunjukkan proporsi)             │
│  ├─ Diagram Garis    (menunjukkan perubahan/trend)       │
│  └─ Piktogram        (menggunakan gambar)                │
│                                                            │
│  🔴 UKURAN PEMUSATAN DATA:                                │
│  ├─ MEAN (Rata-rata)  = Jumlah data : Banyak data        │
│  ├─ MEDIAN (Nilai tengah)                                │
│  │   • Data ganjil = nilai ke (n+1)/2                    │
│  │   • Data genap = (data ke n/2 + data ke (n/2+1)) : 2 │
│  └─ MODUS (Nilai yang paling sering muncul)              │
│                                                            │
│  💡 TIPS:                                                │
│  ├─ Urutkan data dulu untuk mencari median               │
│  ├─ Hitung frekuensi untuk mencari modus                 │
│  └─ Pastikan jumlah total benar sebelum menghitung mean  │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1 (Tabel Frekuensi)

NilaiFrekuensi
602
703
754
803
852
901
Total15

Soal 3 (Diagram Lingkaran)

PekerjaanJumlahSudutPersentase
Petani1090°25%
Guru872°20%
Pedagang12108°30%
Swasta1090°25%
Total40360°100%

Soal 4

  1. Jumlah = 145+150+148+152+150+147+151+149 = 1.192 cm
  2. Mean = 1.192 : 8 = 149 cm
  3. Median: 145,147,148,149,150,150,151,152 → (149+150):2 = 149,5 cm
  4. Modus = 150 cm (muncul 2 kali)

Soal 5

  1. Jumlah = 80+75+90+85+70+85+80+75+90+85+80+75 = 970
  2. Mean = 970 : 12 = 80,83
  3. Median: 70,75,75,75,80,80,80,85,85,85,90,90 → (80+80):2 = 80
  4. Modus = 75, 80, dan 85 (masing-masing muncul 3 kali)

Soal 6 (Cerita)

  1. Jumlah = 70+80+75+85+70+80+90+75 = 625, Mean = 625:8 = 78,125
  2. Jumlah = 25+30+28+32+30+35+28 = 208, Mean = 208:7 ≈ 29,71 kg
  3. Jumlah = 28+30+29+31+30 = 148, Mean = 148:5 = 29,6°C
  4. Median: 28,29,30,30,31 → 30°C, Modus = 30°C

Semoga bermanfaat! Terus berlatih dan jangan bosan belajar! 📚😊

SISTEM KOORDINAT


A. PENGERTIAN SISTEM KOORDINAT

Sistem koordinat Kartesius adalah sistem untuk menentukan posisi suatu titik pada bidang datar menggunakan dua garis bilangan yang saling tegak lurus.

📌 Ditemukan oleh: René Descartes (ahli matematika Prancis)


B. BAGIAN-BAGIAN SISTEM KOORDINAT

text

                Sumbu Y (Vertikal)
                     ↑
                  5  │
                  4  │
                  3  │
                  2  │
                  1  │
    ────────────────┼───────────────→ Sumbu X (Horizontal)
    -5 -4 -3 -2 -1  0  1  2  3  4  5
                  -1 │
                  -2 │
                  -3 │
                  -4 │
                  -5 │
                     │
                Titik Pusat (0,0)

Komponen Sistem Koordinat:

KomponenKeterangan
Sumbu XGaris horizontal (mendatar)
Sumbu YGaris vertikal (tegak)
Titik O (0,0)Titik pusat/pertemuan sumbu X dan Y
Kuadran4 bagian yang terbentuk dari perpotongan sumbu

C. KUADRAN

text

    Kuadran II       │     Kuadran I
    (-, +)           │     (+, +)
                     │
    ─────────────────┼─────────────────
                     │
    Kuadran III      │     Kuadran IV
    (-, -)           │     (+,-)
                     │
KuadranSumbu XSumbu YContoh Titik
IPositif (+)Positif (+)(3, 2)
IINegatif (-)Positif (+)(-3, 2)
IIINegatif (-)Negatif (-)(-3, -2)
IVPositif (+)Negatif (-)(3, -2)

D. MENULISKAN KOORDINAT TITIK

Format Penulisan:

text

        (x, y)
         ↑  ↑
    absis  ordinat
    
    x = jarak dari sumbu Y (horizontal)
    y = jarak dari sumbu X (vertikal)

Aturan:

  • x positif → ke kanan dari titik O
  • x negatif → ke kiri dari titik O
  • y positif → ke atas dari titik O
  • y negatif → ke bawah dari titik O

Contoh 1: Menentukan Koordinat Titik

text

                Y
                ↑
              5 │
              4 │        A(4,3)
              3 │        ●
              2 │
              1 │
    ────────────┼─────────────→ X
    -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5
             -1 │
          B(-3,-2)●   -2 │
             -3 │
             -4 │
             -5 │
                │

Titik A: x = 4, y = 3 → A(4, 3)
Titik B: x = -3, y = -2 → B(-3, -2)


Contoh 2: Menggambar Titik dari Koordinat

Gambarlah titik C(-2, 4) dan D(3, -2)!

text

                Y
                ↑
              5 │
              4 │   C(-2,4)●
              3 │
              2 │
              1 │
    ────────────┼─────────────→ X
    -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5
             -1 │
             -2 │               ● D(3,-2)
             -3 │
             -4 │
             -5 │

E. MENENTUKAN POSISI TITIK PADA DENAH

Contoh Denah Peta:

text

    Y
    ↑
    6 │     Rumah
    5 │    ●
    4 │  Sekolah●
    3 │
    2 │            Taman
    1 │           ●
    0 ┼─────●─────┴─────→ X
      0  1  2  3  4  5  6
          Toko

Koordinat:

  • Rumah = (1, 5)
  • Sekolah = (1, 4)
  • Toko = (2, 0)
  • Taman = (4, 2)

Soal Cerita Denah:

Soal: Pada denah, rumah Andi berada di koordinat (2, 3). Sekolah berada di (6, 3). Jika setiap 1 satuan mewakili 100 meter, berapa jarak rumah Andi ke sekolah?

Penyelesaian:

text

Jarak pada denah = 6 - 2 = 4 satuan
Jarak sebenarnya = 4 × 100 = 400 meter ✅

F. JARAK ANTARA DUA TITIK

Jarak Horizontal (Sumbu X):

Jarak = |x₂ – x₁|

Contoh: Titik A(2, 3) dan B(7, 3)

text

Jarak = |7 - 2| = 5 satuan ✅

Jarak Vertikal (Sumbu Y):

Jarak = |y₂ – y₁|

Contoh: Titik A(2, 3) dan C(2, 8)

text

Jarak = |8 - 3| = 5 satuan ✅

G. TITIK PADA BIDANG KOORDINAT

Contoh: Tentukan koordinat titik A, B, C, D!

text

                Y
                ↑
              5 │  A
              4 │
              3 │      B
              2 │
              1 │
    ────────────┼─────────────→ X
    -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5
             -1 │
          C   -2 │
             -3 │
             -4 │
          D   -5 │

Jawaban:

  • A = (-3, 5)
  • B = (3, 3)
  • C = (-4, -2)
  • D = (2, -5)

H. BANGUN DATAR PADA BIDANG KOORDINAT

Contoh 1: Membuat Persegi Panjang

Soal: Gambarlah persegi panjang dengan titik A(1, 1), B(5, 1), C(5, 4), D(1, 4)!

text

    Y
    ↑
    5 │
    4 │   D──────C
    3 │   │      │
    2 │   │      │
    1 │   A──────B
    0 ┼───┴──┴──┴──┴──→ X
        1  2  3  4  5

Perhitungan:

  • Panjang AB = |5 – 1| = 4 satuan
  • Lebar AD = |4 – 1| = 3 satuan
  • Luas = 4 × 3 = 12 satuan luas
  • Keliling = 2 × (4 + 3) = 14 satuan

Contoh 2: Membuat Segitiga

Soal: Gambarlah segitiga dengan titik P(1, 1), Q(5, 1), R(3, 5)!

text

    Y
    ↑
    5 │      R
    4 │     /│
    3 │    / │
    2 │   /  │
    1 │  P───Q
    0 ┼──┴──┴──┴──┴──→ X
        1  2  3  4  5

Perhitungan:

  • Alas PQ = |5 – 1| = 4 satuan
  • Tinggi = |5 – 1| = 4 satuan
  • Luas = ½ × 4 × 4 = 8 satuan luas

I. MENGGAMBAR DENAH DENGAN KOORDINAT

Langkah-langkah:

  1. Tentukan sumbu X dan Y sesuai kebutuhan
  2. Tentukan skala yang akan digunakan
  3. Plot titik-titik pada koordinat
  4. Hubungkan titik-titik jika diperlukan

Contoh Soal Denah:

Soal: Sebuah kota memiliki beberapa tempat dengan koordinat:

  • Rumah sakit = (2, 5)
  • Sekolah = (5, 5)
  • Pasar = (2, 1)
  • Kantor polisi = (6, 2)

Gambarkan denah kota tersebut!

text

    Y
    ↑
    6 │
    5 │  RS────Sekolah
    4 │  │
    3 │  │
    2 │  Pasar   Polisi
    1 │  │
    0 ┼──┴──┴──┴──┴──┴──┴──→ X
        1  2  3  4  5  6  7

J. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Menentukan Koordinat

Tentukan koordinat titik-titik berikut pada bidang koordinat!

text

                Y
                ↑
              6 │
              5 │   A
              4 │       B
              3 │
              2 │   C
              1 │           D
    ────────────┼─────────────→ X
    -6 -5 -4 -3 -2 -1 0 1 2 3 4 5 6
             -1 │
         E   -2 │
             -3 │
          F    -4 │
             -5 │

✏️ Soal 2: Menggambar Titik

Gambarlah titik-titik berikut pada bidang koordinat!

  1. A(3, 4)
  2. B(-2, 5)
  3. C(-4, -3)
  4. D(5, -2)
  5. E(0, 3)
  6. F(-3, 0)

✏️ Soal 3: Menentukan Kuadran

Tentukan kuadran dari titik-titik berikut!

  1. (4, 5)
  2. (-3, 6)
  3. (-5, -2)
  4. (6, -3)
  5. (0, 4)
  6. (-3, 0)

✏️ Soal 4: Jarak Antar Titik

Tentukan jarak antar titik berikut!

  1. A(1, 2) dan B(7, 2)
  2. C(3, 1) dan D(3, 6)
  3. P(-2, 3) dan Q(4, 3)
  4. R(2, -3) dan S(2, 5)

✏️ Soal 5: Bangun Datar

  1. Gambarlah persegi panjang KLMN dengan K(1, 1), L(6, 1), M(6, 4), N(1, 4). Tentukan luas dan kelilingnya!
  2. Gambarlah segitiga PQR dengan P(2, 1), Q(6, 1), R(4, 5). Tentukan luasnya!
  3. Gambarlah persegi ABCD dengan A(2, 2), B(5, 2), C(5, 5), D(2, 5). Tentukan luas dan kelilingnya!

✏️ Soal 6: Soal Cerita

  1. Pada denah, rumah Budi berada di koordinat (3, 2) dan sekolah di koordinat (7, 2). Jika setiap 1 satuan = 50 meter, berapa jarak rumah Budi ke sekolah?
  2. Dalam denah taman, kolam berada di koordinat (2, 3) dan gazebo di (2, 8). Berapa jarak kolam ke gazebo jika 1 satuan = 20 meter?
  3. Sebuah peta memiliki skala 1 : 100.000. Jarak antara kota A dan B pada peta adalah 5 cm. Jika kota A berada di koordinat (2, 3) dan kota B di (7, 3) pada peta, berapa jarak sebenarnya?
  4. Gambarlah denah sederhana dengan titik-titik berikut:
    • Rumah Andi = (1, 2)
    • Toko = (4, 2)
    • Sekolah = (1, 5)
    • Taman = (4, 5)
    Hubungkan titik-titik tersebut! Bangun apa yang terbentuk? Hitung luasnya jika 1 satuan = 10 meter!

✏️ Soal 7: Menentukan Posisi

Perhatikan gambar berikut!

text

    Y
    ↑
    6 │
    5 │   ●A
    4 │           ●B
    3 │   ●C
    2 │       ●D
    1 │               ●E
    0 ┼───┴───┴───┴───┴───┴───→ X
        1   2   3   4   5   6

Tentukan:

  1. Koordinat titik A, B, C, D, E
  2. Jika titik A dan C dihubungkan, berapa jaraknya?
  3. Jika titik B dan E dihubungkan, berapa jaraknya?

K. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│              📌 RINGKASAN SISTEM KOORDINAT               │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 KOORDINAT TITIK: (x, y)                              │
│  ├─ x = absis (jarak dari sumbu Y)                       │
│  └─ y = ordinat (jarak dari sumbu X)                     │
│                                                            │
│  🔵 KUADRAN:                                              │
│  ├─ Kuadran I: (+, +)                                    │
│  ├─ Kuadran II: (-, +)                                   │
│  ├─ Kuadran III: (-, -)                                  │
│  └─ Kuadran IV: (+, -)                                   │
│                                                            │
│  🔵 SUMBU:                                                │
│  ├─ Sumbu X → Horizontal (mendatar)                      │
│  └─ Sumbu Y → Vertikal (tegak)                           │
│                                                            │
│  🔵 JARAK:                                                │
│  ├─ Horizontal = |x₂ - x₁|                               │
│  └─ Vertikal = |y₂ - y₁|                                 │
│                                                            │
│  💡 TIPS:                                                │
│  ├─ Selalu tulis (x, y), jangan terbalik                 │
│  ├─ Titik di sumbu X → (x, 0)                            │
│  ├─ Titik di sumbu Y → (0, y)                            │
│  └─ Titik pusat → (0, 0)                                 │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1

A = (1, 5), B = (4, 4), C = (-3, 2), D = (5, 1), E = (-5, -2), F = (-3, -4)

Soal 3 (Kuadran)

  1. Kuadran I | 2. Kuadran II | 3. Kuadran III | 4. Kuadran IV | 5. Sumbu Y | 6. Sumbu X

Soal 4 (Jarak)

  1. 6 satuan | 2. 5 satuan | 3. 6 satuan | 4. 8 satuan

Soal 5 (Bangun Datar)

  1. Luas = 5×3 = 15 satuan luas, Keliling = 2×(5+3) = 16 satuan
  2. Luas = ½×4×4 = 8 satuan luas
  3. Luas = 3×3 = 9 satuan luas, Keliling = 4×3 = 12 satuan

Soal 6 (Cerita)

  1. Jarak denah = 7-3 = 4 satuan, Jarak sebenarnya = 4×50 = 200 meter
  2. Jarak denah = 8-3 = 5 satuan, Jarak sebenarnya = 5×20 = 100 meter
  3. Jarak denah = 7-2 = 5 cm, Jarak sebenarnya = 5×100.000 = 500.000 cm = 5 km
  4. Bangun yang terbentuk = Persegi panjang
    Panjang = 4-1 = 3 satuan, Lebar = 5-2 = 3 satuan
    Luas = 3×3 = 9 satuan luas = 9×10×10 = 900 m²

Soal 7

  1. A(2,5), B(5,4), C(2,3), D(4,2), E(6,1)
  2. Jarak AC = 5-3 = 2 satuan
  3. Jarak BE = √[(6-5)² + (1-4)²] = √(1+9) = √10 satuan (atau sekitar 3,16 satuan)

PENGOLAHAN DATA (LANJUTAN)


A. PENGERTIAN PENGOLAHAN DATA

Pengolahan data adalah kegiatan mengubah data mentah menjadi informasi yang lebih bermakna melalui penyajian dan analisis.

📌 Tujuan: Memudahkan pembaca memahami informasi dari sekumpulan data.


B. JENIS-JENIS DATA

Jenis DataPenjelasanContoh
Data KualitatifData berupa kategori/sifatJenis kelamin, warna favorit, pekerjaan
Data KuantitatifData berupa angkaNilai ulangan, tinggi badan, suhu

C. PENYAJIAN DATA

1. TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI

Tabel yang menunjukkan pengelompokan data beserta frekuensinya.

Contoh:
Data nilai ulangan Matematika 30 siswa:

text

65, 70, 75, 80, 85, 70, 75, 80, 90, 65,
70, 75, 85, 80, 75, 70, 85, 90, 75, 80,
70, 85, 75, 80, 90, 65, 70, 75, 80, 85

Tabel Frekuensi:

NilaiTurusFrekuensi
65III3
70IIII I6
75IIII II7
80IIII I6
85IIII5
90III3
Jumlah30

2. DIAGRAM BATANG

Diagram batang menggunakan batang persegi panjang yang tingginya menunjukkan frekuensi.

Contoh Diagram Batang dari Data Nilai:

text

Frekuensi
   8 ┤          █
   7 ┤          █
   6 ┤     █    █    █
   5 ┤     █    █    █    █
   4 ┤     █    █    █    █
   3 ┤  █  █    █    █    █    █
   2 ┤  █  █    █    █    █    █
   1 ┤  █  █    █    █    █    █
   0 ┼──┴──┴────┴────┴────┴────┴──
        65  70  75  80  85  90
              Nilai

Ciri-ciri Diagram Batang:

  • Memiliki sumbu vertikal (frekuensi) dan sumbu horizontal (kategori)
  • Lebar batang sama
  • Tinggi batang menunjukkan frekuensi
  • Cocok untuk membandingkan data

3. DIAGRAM LINGKARAN

Diagram lingkaran menunjukkan proporsi setiap kategori terhadap keseluruhan data.

Menghitung Sudut dan Persentase:

Data Hobi 40 Siswa:

HobiFrekuensiSudutPersentase
Olahraga12(12/40) × 360° = 108°30%
Membaca8(8/40) × 360° = 72°20%
Musik10(10/40) × 360° = 90°25%
Melukis6(6/40) × 360° = 54°15%
Menari4(4/40) × 360° = 36°10%
Total40360°100%

Diagram Lingkaran:

text

          Musik
           90°
        ████████
      ██        ██
     █   Olah   ██
    █   raga    █ █  Membaca
    █  108°     █ █  72°
    █            █
     █          █
      ██  Melukis██
        ████████
         54°
       Menari
        36°

4. DIAGRAM GARIS

Diagram garis menghubungkan titik-titik data dengan garis lurus.

Ciri-ciri:

  • Menunjukkan perubahan atau tren data
  • Sumbu X biasanya menunjukkan waktu
  • Cocok untuk data berkelanjutan

Contoh:

Data suhu harian selama 7 hari:

HariSeninSelasaRabuKamisJumatSabtuMinggu
Suhu27°C29°C28°C31°C30°C33°C32°C

text

Suhu
34 ┤
33 ┤                             ●
32 ┤                        ●
31 ┤              ●
30 ┤         ●          ●
29 ┤    ●
28 ┤       ●
27 ┤ ●
   ┼───┴───┴───┴───┴───┴───┴───
      S   S   R   K   J   S   M

5. PIKTOGRAM

Piktogram menggunakan gambar/simbol untuk mewakili data.

Contoh:

Jumlah siswa SD Merdeka per kelas (1 gambar 🧑 = 5 siswa):

KelasJumlah SiswaPiktogram
6A30🧑🧑🧑🧑🧑🧑
6B25🧑🧑🧑🧑🧑
6C35🧑🧑🧑🧑🧑🧑🧑
6D20🧑🧑🧑🧑

Keterangan: 🧑 = 5 siswa

Kelebihan Piktogram:

  • Mudah dipahami
  • Menarik secara visual
  • Cocok untuk anak-anak

Kekurangan:

  • Kurang akurat untuk data besar
  • Sulit menggambar detail

D. UKURAN PEMUSATAN DATA

1. MEAN (RATA-RATA)

Rumus: Mean = Jumlah seluruh data : Banyak data

x̄ = Σx : n

Contoh:

Data: 70, 75, 80, 85, 90

text

Jumlah = 70 + 75 + 80 + 85 + 90 = 400
Banyak data = 5
Mean = 400 : 5 = 80 ✅

2. MEDIAN (NILAI TENGAH)

Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan.

Untuk Data Ganjil:

Contoh: Data: 65, 70, 75, 80, 85, 90, 95

text

Urutan: 65, 70, 75, 80, 85, 90, 95
Median = data ke-(n+1)/2 = data ke-4 = 80 ✅

Untuk Data Genap:

Contoh: Data: 65, 70, 75, 80, 85, 90

text

Urutan: 65, 70, 75, 80, 85, 90
Median = (data ke-3 + data ke-4) : 2
       = (75 + 80) : 2 = 77,5 ✅

3. MODUS (NILAI TERSUMBAR)

Modus adalah nilai yang paling sering muncul.

Contoh:

Data: 70, 75, 80, 75, 85, 75, 90, 80, 75

text

Frekuensi:
70 → 1 kali
75 → 4 kali  ← modus
80 → 2 kali
85 → 1 kali
90 → 1 kali

Modus = 75 ✅

E. SOAL CERITA PENGOLAHAN DATA

📝 Contoh 1: Data Nilai

Soal: Berikut data nilai IPA 12 siswa:

text

75, 80, 85, 70, 85, 80, 75, 90, 85, 80, 75, 85

Tentukan:

  1. Tabel frekuensi
  2. Mean
  3. Median
  4. Modus

Penyelesaian:

1. Tabel Frekuensi:

NilaiFrekuensi
701
753
803
854
901
Total12

2. Mean:

text

Jumlah = 70 + 3×75 + 3×80 + 4×85 + 90
       = 70 + 225 + 240 + 340 + 90
       = 965
Mean = 965 : 12 = 80,42 ✅

3. Median:

text

Data diurutkan: 70, 75, 75, 75, 80, 80, 80, 85, 85, 85, 85, 90
Median = (80 + 80) : 2 = 80 ✅

4. Modus:

text

70 → 1
75 → 3
80 → 3
85 → 4  ← frekuensi tertinggi
90 → 1

Modus = 85 ✅

📝 Contoh 2: Data Diagram Lingkaran

Soal: Diagram lingkaran berikut menunjukkan data pekerjaan orang tua siswa kelas 6. Jika total siswa 120 orang, berapa jumlah siswa yang orang tuanya petani?

text

    PNS
     30°
  ████████
██        ██
█  Petani ██
█    ?    █ █
█          █
 █        █
  ██  Guru██
    ████
    80°    Pedagang
           100°

Penyelesaian:

text

Total sudut = 360°
Petani = 360° - (30° + 80° + 100° + 60° + 40°)
       = 360° - 310° = 50°

Jumlah petani = (50°/360°) × 120
              = (5/36) × 120
              = 16,67 ≈ 17 orang ✅

📝 Contoh 3: Data Diagram Batang

Soal: Berikut diagram batang hasil panen (kg) selama 5 tahun:

text

Hasil Panen (kg)
600 ┤
500 ┤    █
400 ┤    █    █
300 ┤    █    █    █
200 ┤ █  █    █    █    █
100 ┤ █  █    █    █    █
  0 ┼──┴──┴────┴────┴────┴──
      2019 2020 2021 2022 2023

Jika tinggi batang: 2019=200, 2020=300, 2021=450, 2022=500, 2023=350,
Tentukan:

  1. Total panen 5 tahun
  2. Rata-rata panen per tahun

Penyelesaian:

text

1. Total = 200 + 300 + 450 + 500 + 350 = 1.800 kg ✅

2. Rata-rata = 1.800 : 5 = 360 kg/tahun ✅

📝 Contoh 4: Data Diagram Garis

Soal: Berikut grafik jumlah pengunjung perpustakaan:

text

Pengunjung
80 ┤                ●
70 ┤           ●
60 ┤      ●
50 ┤ ●
40 ┤
   ┼───┴───┴───┴───┴───
      Jan Feb Mar Apr Mei

Data: Jan=50, Feb=60, Mar=65, Apr=70, Mei=75
Tentukan:

  1. Kenaikan pengunjung dari Jan ke Mei
  2. Rata-rata pengunjung

Penyelesaian:

text

1. Kenaikan = 75 - 50 = 25 pengunjung ✅

2. Rata-rata = (50 + 60 + 65 + 70 + 75) : 5
             = 320 : 5 = 64 pengunjung ✅

📝 Contoh 5: Soal Cerita Kompleks

Soal: Sebuah toko buku mencatat penjualan buku selama 5 hari:

HariSeninSelasaRabuKamisJumat
Buku2530283532

Buatlah diagram batang dan tentukan rata-rata penjualan!

Penyelesaian:

Diagram Batang:

text

Penjualan
40 ┤
35 ┤                    █
30 ┤          █    █    █    █
25 ┤    █    █    █    █    █
20 ┤    █    █    █    █    █
   ┼───┴───┴───┴───┴───┴───
      Sen  Sel  Rab  Kam  Jum

Rata-rata:

text

Rata-rata = (25 + 30 + 28 + 35 + 32) : 5
          = 150 : 5 = 30 buku/hari ✅

F. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Tabel Frekuensi

Data tinggi badan (cm) 15 siswa:

text

145, 150, 148, 152, 150, 147, 151, 149,
148, 150, 152, 146, 150, 148, 151

Buatlah tabel frekuensi dari data tersebut!


✏️ Soal 2: Diagram Batang

Dari tabel frekuensi di atas, gambarkan diagram batang!


✏️ Soal 3: Diagram Lingkaran

Data jenis olahraga favorit 36 siswa:

OlahragaJumlah
Sepak Bola12
Basket8
Bulu Tangkis6
Renang6
Lainnya4

Hitung sudut dan persentase masing-masing!


✏️ Soal 4: Menghitung Mean, Median, Modus

Data nilai ulangan Matematika 10 siswa:

text

85, 75, 90, 80, 85, 75, 90, 85, 80, 75

Tentukan:

  1. Mean
  2. Median
  3. Modus

✏️ Soal 5: Data dalam Bentuk Tabel

Tabel penjualan roti di toko “Sumber Rezeki”:

BulanJanFebMarAprMeiJun
Roti120150130160140170

Tentukan:

  1. Total penjualan 6 bulan
  2. Rata-rata penjualan per bulan
  3. Bulan dengan penjualan tertinggi
  4. Bulan dengan penjualan terendah
  5. Selisih penjualan tertinggi dan terendah

✏️ Soal 6: Data Diagram

Data berat badan (kg) 20 siswa:

Berat303132333435
Siswa243533

Tentukan:

  1. Jumlah siswa
  2. Mean
  3. Median
  4. Modus

✏️ Soal 7: Soal Cerita

  1. Data nilai ulangan 8 siswa adalah 70, 80, 75, 85, 70, 90, 75, 80. Berapa rata-rata nilai mereka?
  2. Sebuah perusahaan mencatat produksi barang (unit) selama 6 hari: 45, 50, 48, 55, 52, 50. Tentukan rata-rata produksi per hari!
  3. Data suhu ruangan selama 7 jam: 25°, 26°, 27°, 28°, 27°, 26°, 25°. Tentukan modus dari data tersebut!
  4. Sebuah toko mencatat pengunjung selama 7 hari:

text

50, 55, 53, 60, 58, 55, 52

Tentukan mean, median, dan modus!

  1. Diagram batang berikut menunjukkan hasil panen jagung (kuintal) di Desa Makmur:

text

Hasil (kuintal)
50 ┤
40 ┤    █    █
30 ┤    █    █    █
20 ┤ █  █    █    █    █
10 ┤ █  █    █    █    █
   ┼──┴──┴────┴────┴────┴──
      2019 2020 2021 2022 2023

Jika data: 2019=25, 2020=30, 2021=35, 2022=45, 2023=40,
Tentukan total panen dan rata-rata per tahun!


G. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│              📌 RINGKASAN PENGOLAHAN DATA                │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 PENYAJIAN DATA:                                       │
│  ├─ Tabel Frekuensi    → mengelompokkan data             │
│  ├─ Diagram Batang     → membandingkan                   │
│  ├─ Diagram Lingkaran  → menunjukkan proporsi            │
│  ├─ Diagram Garis      → menunjukkan tren/perubahan     │
│  └─ Piktogram          → menggunakan gambar              │
│                                                            │
│  🔴 UKURAN PEMUSATAN DATA:                                │
│  ├─ MEAN (Rata-rata)   = Jumlah data : Banyak data       │
│  ├─ MEDIAN             = Nilai tengah setelah diurutkan  │
│  │   • Ganjil: data ke-(n+1)/2                           │
│  │   • Genap: (data ke-n/2 + data ke-n/2+1) : 2         │
│  └─ MODUS              = Nilai yang paling sering muncul │
│                                                            │
│  💡 TIPS:                                                │
│  ├─ Untuk median, urutkan data terlebih dahulu           │
│  ├─ Untuk modus, hitung frekuensi setiap nilai           │
│  ├─ Diagram lingkaran: sudut = (f/n) × 360°             │
│  └─ Diagram lingkaran: persentase = (f/n) × 100%        │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1 (Tabel Frekuensi)

TinggiFrekuensi
1451
1461
1471
1483
1491
1504
1512
1522
Total15

Soal 3 (Diagram Lingkaran)

OlahragaJumlahSudutPersentase
Sepak Bola12120°33,33%
Basket880°22,22%
Bulu Tangkis660°16,67%
Renang660°16,67%
Lainnya440°11,11%

Soal 4

  1. Jumlah = 75×3 + 80×2 + 85×3 + 90×2 = 225+160+255+180 = 820, Mean = 820:10 = 82
  2. Median: 75,75,75,80,80,85,85,85,90,90 → (80+85):2 = 82,5
  3. Modus = 75 dan 85 (muncul 3 kali)

Soal 5

  1. Total = 120+150+130+160+140+170 = 870 roti
  2. Rata-rata = 870:6 = 145 roti/bulan
  3. Tertinggi = Juni (170)
  4. Terendah = Januari (120)
  5. Selisih = 170-120 = 50 roti

Soal 6

  1. Soal 6
  2. Jumlah siswa = 2+4+3+5+3+3 = 20
  3. Jumlah berat = 2×30+4×31+3×32+5×33+3×34+3×35 = 60+124+96+165+102+105 = 652, Mean = 652:20 = 32,6 kg
  4. Median: 30,30,31,31,31,31,32,32,32,33,33,33,33,33,34,34,34,35,35,35 → (33+33):2 = 33 kg
  5. Modus = 33 kg (muncul 5 kali)
  6. Soal 7 (Cerita)
  7. Jumlah = 70+80+75+85+70+90+75+80 = 625, Mean = 625:8 = 78,125
  8. Jumlah = 45+50+48+55+52+50 = 300, Mean = 300:6 = 50 unit/hari
  9. Modus = 25°, 26°, 27° (masing-masing muncul 2 kali)
  10. Mean = (50+55+53+60+58+55+52):7 = 383:7 = 54,71
    Median: 50,52,53,55,55,58,60 → 55
    Modus = 55 (muncul 2 kali)
  11. Total = 25+30+35+45+40 = 175 kuintal
    Rata-rata = 175:5 = 35 kuintal/tahun

VOLUME BANGUN RUANG


A. PENGERTIAN VOLUME

Volume adalah ukuran besar ruang yang dapat ditempati oleh suatu bangun ruang.

📌 Satuan Volume: mm³, cm³, dm³, m³, dam³, hm³, km³

Bangun ruang adalah bangun yang memiliki 3 dimensi: panjang, lebar, dan tinggi (atau rusuk, diameter, tinggi).


B. JENIS-JENIS BANGUN RUANG

NoBangun RuangCiri-ciri
1Kubus6 sisi berbentuk persegi, 12 rusuk sama panjang
2Balok6 sisi berbentuk persegi panjang, 12 rusuk
3Prisma Segitiga2 alas segitiga, 3 sisi tegak persegi panjang
4Tabung2 alas lingkaran, 1 sisi lengkung
5Limas1 alas segi-n, sisi tegak segitiga
6Kerucut1 alas lingkaran, 1 sisi lengkung
7Bola1 sisi lengkung, tidak memiliki rusuk

C. RUMUS VOLUME BANGUN RUANG

1. KUBUS

text

         s
    ┌──────┐
   /│     /│
  / │    / │ s
 ───┘─────┘
    s

Volume = s × s × s = s³

Keterangan: s = panjang rusuk

Contoh:
Hitung volume kubus dengan rusuk 8 cm!

text

V = s³
V = 8 × 8 × 8 = 512 cm³ ✅

2. BALOK

text

         t
    ┌──────┐
   /│     /│
  / │    / │
 ───┘─────┘
    p      l

Volume = p × l × t

Keterangan: p = panjang, l = lebar, t = tinggi

Contoh:
Hitung volume balok dengan panjang 12 cm, lebar 8 cm, tinggi 6 cm!

text

V = p × l × t
V = 12 × 8 × 6 = 576 cm³ ✅

3. PRISMA SEGITIGA

text

        t (tinggi prisma)
    ┌──────┐
   /│     /│
  / │    / │
 ───┘─────┘
   alas segitiga
   a (alas segitiga)
   tₐ (tinggi segitiga)

Volume = Luas alas × Tinggi Prisma
V = (½ × a × tₐ) × t

Keterangan: 
a = alas segitiga
tₐ = tinggi segitiga
t = tinggi prisma

Contoh:
Hitung volume prisma segitiga dengan alas segitiga 10 cm, tinggi segitiga 8 cm, dan tinggi prisma 15 cm!

text

Luas alas = ½ × a × tₐ
          = ½ × 10 × 8 = 40 cm²

V = Luas alas × t
V = 40 × 15 = 600 cm³ ✅

4. TABUNG

text

      r
   ┌──┴──┐
   │     │
   │     │ t (tinggi)
   │     │
   └──┌──┘
      r

Volume = Luas alas × Tinggi
V = π × r² × t

Keterangan:
r = jari-jari alas
t = tinggi tabung
π = 22/7 atau 3,14

Contoh 1:
Hitung volume tabung dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm!

text

V = π × r² × t
V = 22/7 × 7 × 7 × 10
V = 22 × 7 × 10 = 1.540 cm³ ✅

Contoh 2:
Hitung volume tabung dengan diameter 14 cm dan tinggi 20 cm!

text

r = d : 2 = 14 : 2 = 7 cm
V = π × r² × t
V = 22/7 × 7 × 7 × 20
V = 22 × 7 × 20 = 3.080 cm³ ✅

5. LIMAS SEGIEMPAT

text

        T
       /|\
      / | \
     /  |  \ t (tinggi)
    /   |   \
   /____|____\
  A     O     C
        |
        B
        (alas persegi/persegi panjang)

Volume = ⅓ × Luas alas × Tinggi
V = ⅓ × Luas alas × t

Contoh:
Hitung volume limas segiempat dengan alas persegi panjang 12 cm × 8 cm dan tinggi 9 cm!

text

Luas alas = 12 × 8 = 96 cm²
V = ⅓ × 96 × 9
V = 288 cm³ ✅

6. KERUCUT

text

       T
      /|\
     / | \
    /  |  \ t (tinggi)
   /   |   \
  /____|____\
  A    O    B
       r

Volume = ⅓ × Luas alas × Tinggi
V = ⅓ × π × r² × t

Keterangan:
r = jari-jari alas
t = tinggi kerucut
π = 22/7 atau 3,14

Contoh:
Hitung volume kerucut dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 12 cm!

text

V = ⅓ × π × r² × t
V = ⅓ × 22/7 × 7 × 7 × 12
V = ⅓ × 22 × 7 × 12
V = ⅓ × 1.848
V = 616 cm³ ✅

7. BOLA

text

       ⭕
      /  \
     |    |
     | r  |
     |    |
      \  /
       ⭕

Volume = ⁴⁄₃ × π × r³

Keterangan:
r = jari-jari bola
π = 22/7 atau 3,14

Contoh 1:
Hitung volume bola dengan jari-jari 21 cm!

text

V = ⁴⁄₃ × π × r³
V = ⁴⁄₃ × 22/7 × 21 × 21 × 21
V = ⁴⁄₃ × 22 × 3 × 21 × 21
V = ⁴⁄₃ × 29.106
V = 38.808 cm³ ✅

Contoh 2:
Hitung volume bola dengan diameter 14 cm!

text

r = 14 : 2 = 7 cm
V = ⁴⁄₃ × 22/7 × 7 × 7 × 7
V = ⁴⁄₃ × 22 × 7 × 7
V = ⁴⁄₃ × 1.078
V = 1.437,33 cm³ ≈ 1.437,33 cm³ ✅

D. TABEL RUMUS VOLUME

NoBangun RuangRumus Volume
1KubusV = s³
2BalokV = p × l × t
3Prisma SegitigaV = Luas alas × t
4TabungV = π × r² × t
5LimasV = ⅓ × Luas alas × t
6KerucutV = ⅓ × π × r² × t
7BolaV = ⁴⁄₃ × π × r³

E. VOLUME GABUNGAN BANGUN RUANG

Cara Menghitung:

  1. Identifikasi bangun-bangun yang membentuk gabungan
  2. Hitung volume masing-masing bangun
  3. Jumlahkan semua volume

📝 Contoh 1: Kubus + Balok

Soal: Sebuah bangun ruang terdiri dari kubus dengan rusuk 6 cm di bagian bawah dan balok dengan panjang 6 cm, lebar 6 cm, dan tinggi 4 cm di bagian atas. Hitung volume gabungan!

Penyelesaian:

text

Volume kubus = s³ = 6 × 6 × 6 = 216 cm³
Volume balok = p × l × t = 6 × 6 × 4 = 144 cm³

Volume gabungan = 216 + 144 = 360 cm³ ✅

📝 Contoh 2: Tabung + Kerucut

Soal: Sebuah bangun ruang berbentuk tabung dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm, di atasnya terdapat kerucut dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 6 cm. Hitung volume gabungan!

Penyelesaian:

text

Volume tabung = π × r² × t
              = 22/7 × 7 × 7 × 10
              = 1.540 cm³

Volume kerucut = ⅓ × π × r² × t
               = ⅓ × 22/7 × 7 × 7 × 6
               = ⅓ × 924
               = 308 cm³

Volume gabungan = 1.540 + 308 = 1.848 cm³ ✅

📝 Contoh 3: Balok + Limas

Soal: Sebuah bangun ruang terdiri dari balok dengan ukuran 12 cm × 8 cm × 6 cm dan limas segiempat dengan alas 12 cm × 8 cm dan tinggi 9 cm di atasnya. Hitung volume gabungan!

Penyelesaian:

text

Volume balok = p × l × t = 12 × 8 × 6 = 576 cm³

Luas alas limas = 12 × 8 = 96 cm²
Volume limas = ⅓ × 96 × 9 = 288 cm³

Volume gabungan = 576 + 288 = 864 cm³ ✅

F. SOAL CERITA VOLUME

📝 Contoh 1: Kubus

Soal: Sebuah bak mandi berbentuk kubus dengan panjang rusuk 80 cm. Berapa liter air yang dapat ditampung bak mandi tersebut?

Penyelesaian:

text

V = s³ = 80 × 80 × 80 = 512.000 cm³
512.000 cm³ = 512 dm³ = 512 liter ✅

📝 Contoh 2: Balok

Soal: Sebuah kolam renang berbentuk balok dengan panjang 10 m, lebar 5 m, dan kedalaman 2 m. Berapa volume air yang dapat ditampung kolam tersebut?

Penyelesaian:

text

V = p × l × t = 10 × 5 × 2 = 100 m³ ✅

📝 Contoh 3: Tabung

Soal: Sebuah drum berbentuk tabung memiliki diameter 56 cm dan tinggi 90 cm. Berapa liter volume drum tersebut?

Penyelesaian:

text

r = 56 : 2 = 28 cm
V = π × r² × t
V = 22/7 × 28 × 28 × 90
V = 22 × 4 × 28 × 90
V = 221.760 cm³
221.760 cm³ = 221,76 dm³ = 221,76 liter ✅

📝 Contoh 4: Prisma

Soal: Sebuah tenda berbentuk prisma segitiga dengan alas segitiga 3 m, tinggi segitiga 2 m, dan panjang tenda 5 m. Berapa volume udara di dalam tenda?

Penyelesaian:

text

Luas alas = ½ × 3 × 2 = 3 m²
V = Luas alas × t = 3 × 5 = 15 m³ ✅

📝 Contoh 5: Kerucut

Soal: Sebuah topi ulang tahun berbentuk kerucut dengan diameter 28 cm dan tinggi 30 cm. Berapa volume topi tersebut?

Penyelesaian:

text

r = 28 : 2 = 14 cm
V = ⅓ × π × r² × t
V = ⅓ × 22/7 × 14 × 14 × 30
V = ⅓ × 22 × 2 × 14 × 30
V = ⅓ × 18.480
V = 6.160 cm³ ✅

📝 Contoh 6: Bangun Gabungan (Soal Kompleks)

Soal: Sebuah monumen berbentuk gabungan tabung dan kerucut. Bagian bawah berbentuk tabung dengan diameter 14 m dan tinggi 10 m. Bagian atas berbentuk kerucut dengan jari-jari 7 m dan tinggi 6 m. Berapa volume monumen tersebut?

Penyelesaian:

text

Tabung:
r = 7 m
V₁ = π × r² × t = 22/7 × 7 × 7 × 10 = 1.540 m³

Kerucut:
V₂ = ⅓ × π × r² × t = ⅓ × 22/7 × 7 × 7 × 6 = 308 m³

Volume total = 1.540 + 308 = 1.848 m³ ✅

G. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Kubus dan Balok

  1. Sebuah kubus memiliki rusuk 15 cm. Berapa volumenya?
  2. Balok dengan panjang 20 cm, lebar 12 cm, dan tinggi 8 cm. Berapa volumenya?
  3. Sebuah akuarium berbentuk balok berukuran 60 cm × 40 cm × 50 cm. Berapa liter air yang dapat ditampung?
  4. Kubus dengan volume 4.096 cm³. Berapa panjang rusuknya?
  5. Balok dengan volume 1.440 cm³, panjang 12 cm, lebar 10 cm. Berapa tingginya?

✏️ Soal 2: Prisma dan Tabung

  1. Prisma segitiga dengan alas segitiga 8 cm, tinggi segitiga 6 cm, dan tinggi prisma 12 cm. Berapa volumenya?
  2. Tabung dengan jari-jari 10 cm dan tinggi 15 cm. Berapa volumenya?
  3. Tabung dengan diameter 28 cm dan tinggi 20 cm. Berapa volumenya?
  4. Sebuah pipa berbentuk tabung dengan diameter 14 cm dan panjang 50 cm. Berapa volume pipa?
  5. Prisma segitiga dengan volume 540 cm³, luas alas 45 cm². Berapa tinggi prisma?

✏️ Soal 3: Limas dan Kerucut

  1. Limas segiempat dengan alas persegi 12 cm dan tinggi 15 cm. Berapa volumenya?
  2. Limas dengan alas persegi panjang 16 cm × 10 cm dan tinggi 12 cm. Berapa volumenya?
  3. Kerucut dengan jari-jari 14 cm dan tinggi 18 cm. Berapa volumenya?
  4. Kerucut dengan diameter 42 cm dan tinggi 30 cm. Berapa volumenya?
  5. Limas dengan volume 400 cm³ dan luas alas 80 cm². Berapa tingginya?

✏️ Soal 4: Bola

  1. Bola dengan jari-jari 21 cm. Berapa volumenya?
  2. Bola dengan diameter 28 cm. Berapa volumenya?
  3. Bola dengan jari-jari 10 cm. Berapa volumenya? (π = 3,14)
  4. Sebuah globe berbentuk bola dengan diameter 42 cm. Berapa volumenya?
  5. Volume bola 38.808 cm³. Berapa jari-jarinya?

✏️ Soal 5: Volume Gabungan

  1. Sebuah bangun ruang terdiri dari kubus (rusuk 8 cm) dan balok (8 cm × 8 cm × 5 cm) di atasnya. Berapa volume gabungan?
  2. Sebuah bangun ruang terdiri dari tabung (r = 14 cm, t = 20 cm) dan setengah bola di atasnya (r = 14 cm). Berapa volume gabungan?
  3. Sebuah bangun ruang terdiri dari balok (10 cm × 8 cm × 6 cm) dan limas segiempat (alas 10 cm × 8 cm, tinggi 9 cm) di atasnya. Berapa volume gabungan?
  4. Sebuah bangun ruang terdiri dari kerucut (r = 7 cm, t = 12 cm) dan setengah bola (r = 7 cm) di bawahnya. Berapa volume gabungan?

✏️ Soal 6: Soal Cerita

  1. Sebuah bak mandi berbentuk balok berukuran 1,2 m × 0,8 m × 0,6 m. Berapa liter air yang dapat ditampung?
  2. Sebuah drum minyak berbentuk tabung dengan diameter 70 cm dan tinggi 100 cm. Berapa liter minyak yang dapat ditampung?
  3. Sebuah tenda berbentuk prisma segitiga dengan alas segitiga 4 m, tinggi segitiga 3 m, dan panjang tenda 6 m. Berapa volume udara di dalam tenda?
  4. Sebuah es krim berbentuk kerucut dengan diameter 10 cm dan tinggi 15 cm. Berapa volume es krim tersebut?
  5. Sebuah kaleng berbentuk tabung dengan jari-jari 7 cm dan tinggi 20 cm diisi air. Jika air dituang ke dalam wadah berbentuk kubus dengan rusuk 14 cm, apakah air dapat ditampung seluruhnya? (Hitung volume masing-masing)
  6. Sebuah monumen berbentuk gabungan balok dan limas. Bagian bawah balok berukuran 6 m × 4 m × 3 m. Bagian atas limas dengan alas 6 m × 4 m dan tinggi 5 m. Berapa volume monumen?

H. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│            📌 RINGKASAN VOLUME BANGUN RUANG              │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 KUBUS              → V = s³                           │
│  🔵 BALOK              → V = p × l × t                    │
│  🔵 PRISMA SEGITIGA    → V = Luas alas × t               │
│  🔵 TABUNG             → V = π × r² × t                  │
│  🔵 LIMAS              → V = ⅓ × Luas alas × t           │
│  🔵 KERUCUT            → V = ⅓ × π × r² × t             │
│  🔵 BOLA               → V = ⁴⁄₃ × π × r³               │
│                                                            │
│  💡 TIPS:                                                │
│  ├─ Untuk tabung/kerucut: jika r kelipatan 7 → pakai 22/7│
│  ├─ Untuk limas/kerucut: jangan lupa × ⅓                │
│  ├─ Volume gabungan = jumlah volume masing-masing        │
│  └─ 1 cm³ = 1 mL, 1 dm³ = 1 L, 1 m³ = 1.000 L          │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1 (Kubus & Balok)

  1. 15³ = 3.375 cm³
  2. 20 × 12 × 8 = 1.920 cm³
  3. 60×40×50 = 120.000 cm³ = 120 L
  4. s = ³√4.096 = 16 cm
  5. t = 1.440 : (12×10) = 1.440:120 = 12 cm

Soal 2 (Prisma & Tabung)

  1. Luas alas = ½×8×6 = 24 cm², V = 24×12 = 288 cm³
  2. V = 3,14 × 10 × 10 × 15 = 4.710 cm³
  3. r = 14 cm, V = 22/7 × 14 × 14 × 20 = 12.320 cm³
  4. r = 7 cm, V = 22/7 × 7 × 7 × 50 = 7.700 cm³
  5. t = 540 : 45 = 12 cm

Soal 3 (Limas & Kerucut)

  1. Luas alas = 12×12 = 144 cm², V = ⅓×144×15 = 720 cm³
  2. Luas alas = 16×10 = 160 cm², V = ⅓×160×12 = 640 cm³
  3. V = ⅓ × 22/7 × 14 × 14 × 18 = ⅓ × 11.088 = 3.696 cm³
  4. r = 21 cm, V = ⅓ × 22/7 × 21 × 21 × 30 = 13.860 cm³
  5. t = (400×3):80 = 15 cm

Soal 4 (Bola)

  1. V = ⁴⁄₃ × 22/7 × 21 × 21 × 21 = ⁴⁄₃ × 29.106 = 38.808 cm³
  2. r = 14 cm, V = ⁴⁄₃ × 22/7 × 14 × 14 × 14 = ⁴⁄₃ × 8.624 = 11.498,67 cm³
  3. V = ⁴⁄₃ × 3,14 × 10 × 10 × 10 = 4.186,67 cm³
  4. r = 21 cm, V = 38.808 cm³
  5. r³ = (38.808 × 3 × 7) : (4 × 22) = 814.968 : 88 = 9.261, r = ³√9.261 = 21 cm

Soal 5 (Gabungan)

  1. V kubus = 8³ = 512 cm³, V balok = 8×8×5 = 320 cm³, total = 832 cm³
  2. V tabung = 22/7×14×14×20 = 12.320 cm³, V setengah bola = ½ × ⁴⁄₃ × 22/7 × 14³ = 5.749,33 cm³, total = 18.069,33 cm³
  3. V balok = 10×8×6 = 480 cm³, V limas = ⅓×10×8×9 = 240 cm³, total = 720 cm³
  4. V kerucut = ⅓×22/7×7×7×12 = 616 cm³, V setengah bola = ½×⁴⁄₃×22/7×7³ = 718,67 cm³, total = 1.334,67 cm³

Soal 6 (Cerita)

  1. V = 1,2×0,8×0,6 = 0,576 m³ = 576 L
  2. r = 35 cm, V = 22/7×35×35×100 = 385.000 cm³ = 385 L
  3. Luas alas = ½×4×3 = 6 m², V = 6×6 = 36 m³
  4. r = 5 cm, V = ⅓×3,14×5×5×15 = 392,5 cm³
  5. V tabung = 22/7×7×7×20 = 3.080 cm³, V kubus = 14³ = 2.744 cm³, Karena 3.080 > 2.744, air tidak dapat ditampung seluruhnya
  6. V balok = 6×4×3 = 72 m³, V limas = ⅓×6×4×5 = 40 m³, total = 112 m³

Semoga bermanfaat! Terus berlatih menghitung volume bangun ruang! 📐📚😊

BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS 6

PELUANG


A. PENGERTIAN PELUANG

Peluang adalah ukuran kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau peristiwa.

📌 Peluang dalam kehidupan sehari-hari:

  • Kemungkinan cuaca akan hujan
  • Kemungkinan seorang siswa menjadi juara kelas
  • Kemungkinan mendapatkan sisi angka saat melempar koin
  • Kemungkinan munculnya mata dadu tertentu

B. ISTILAH-ISTILAH DALAM PELUANG

IstilahPenjelasanContoh
PercobaanKegiatan yang dilakukan untuk memperoleh hasilMelempar dadu, melempar koin
Ruang Sampel (S)Himpunan semua hasil yang mungkin terjadiS = {1,2,3,4,5,6} untuk dadu
Titik SampelSetiap hasil dalam ruang sampel1, 2, 3, 4, 5, 6
Kejadian (A)Himpunan bagian dari ruang sampelMuncul mata dadu genap = {2,4,6}
Frekuensi RelatifPerbandingan banyak kejadian dengan banyak percobaan

C. MENENTUKAN RUANG SAMPEL

1. Melempar Satu Koin

text

Koin memiliki 2 sisi:
- Angka (A)
- Gambar (G)

Ruang Sampel = {A, G}
Banyak ruang sampel = 2

2. Melempar Dua Koin

text

Kemungkinan hasil:
- (A,A) = kedua-duanya angka
- (A,G) = angka dan gambar
- (G,A) = gambar dan angka
- (G,G) = kedua-duanya gambar

Ruang Sampel = {(A,A), (A,G), (G,A), (G,G)}
Banyak ruang sampel = 4

3. Melempar Satu Dadu

text

Dadu memiliki 6 sisi dengan mata:
1, 2, 3, 4, 5, 6

Ruang Sampel = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
Banyak ruang sampel = 6

4. Melempar Dua Dadu

text

Kemungkinan hasil (36 kemungkinan):
(1,1) (1,2) (1,3) (1,4) (1,5) (1,6)
(2,1) (2,2) (2,3) (2,4) (2,5) (2,6)
(3,1) (3,2) (3,3) (3,4) (3,5) (3,6)
(4,1) (4,2) (4,3) (4,4) (4,5) (4,6)
(5,1) (5,2) (5,3) (5,4) (5,5) (5,6)
(6,1) (6,2) (6,3) (6,4) (6,5) (6,6)

Banyak ruang sampel = 6 × 6 = 36

D. FREKUENSI RELATIF

Rumus Frekuensi Relatif:

Frekuensi Relatif = Banyak Kejadian / Banyak Percobaan

Contoh:

Sebuah koin dilempar 50 kali. Hasilnya:

  • Muncul angka = 28 kali
  • Muncul gambar = 22 kali

Frekuensi Relatif:

text

Muncul angka = 28/50 = 0,56 = 56%
Muncul gambar = 22/50 = 0,44 = 44%

E. NILAI PELUANG

1. Rumus Peluang

Peluang Kejadian A:

P(A) = n(A) / n(S)

Keterangan:

  • P(A) = peluang kejadian A
  • n(A) = banyak kejadian A
  • n(S) = banyak ruang sampel

2. Nilai Peluang

text

Nilai peluang selalu antara 0 dan 1:
0 ≤ P(A) ≤ 1

- P(A) = 0  → Kejadian mustahil terjadi
- P(A) = 1  → Kejadian pasti terjadi
- 0 < P(A) < 1 → Kejadian mungkin terjadi

3. Contoh Perhitungan Peluang

Contoh 1:
Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang muncul mata dadu 4!

text

Ruang sampel = {1, 2, 3, 4, 5, 6} → n(S) = 6
Kejadian A = muncul mata dadu 4 → n(A) = 1

P(A) = 1/6 ✅

Contoh 2:
Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang muncul mata dadu genap!

text

Ruang sampel = {1, 2, 3, 4, 5, 6} → n(S) = 6
Kejadian A = muncul mata dadu genap = {2, 4, 6} → n(A) = 3

P(A) = 3/6 = 1/2 ✅

Contoh 3:
Sebuah koin dilempar sekali. Tentukan peluang muncul gambar!

text

Ruang sampel = {A, G} → n(S) = 2
Kejadian A = muncul gambar = {G} → n(A) = 1

P(A) = 1/2 ✅

Contoh 4:
Dua koin dilempar bersama. Tentukan peluang muncul keduanya gambar!

text

Ruang sampel = {(A,A), (A,G), (G,A), (G,G)} → n(S) = 4
Kejadian A = {(G,G)} → n(A) = 1

P(A) = 1/4 ✅

Contoh 5:
Dua dadu dilempar bersama. Tentukan peluang muncul jumlah mata dadu 7!

text

Ruang sampel = 6 × 6 = 36
Kejadian A = jumlah 7:
(1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1) → n(A) = 6

P(A) = 6/36 = 1/6 ✅

F. PELUANG EMPIRIS

Peluang empiris adalah peluang yang diperoleh dari hasil percobaan (data nyata).

Rumus Peluang Empiris:

P(A) = Frekuensi Kejadian A / Banyak Percobaan

Contoh:

Sebuah dadu dilempar 100 kali. Hasilnya:

  • Mata dadu 1 muncul 18 kali
  • Mata dadu 2 muncul 16 kali
  • Mata dadu 3 muncul 15 kali
  • Mata dadu 4 muncul 20 kali
  • Mata dadu 5 muncul 17 kali
  • Mata dadu 6 muncul 14 kali

Peluang Empiris muncul mata dadu 4:

text

P(4) = 20/100 = 0,2 = 20%

Peluang Empiris muncul mata dadu genap:

text

Mata dadu genap = 2, 4, 6
Frekuensi = 16 + 20 + 14 = 50
P(genap) = 50/100 = 1/2 = 50%

G. PERBANDINGAN PELUANG TEORITIK DAN EMPIRIS

AspekPeluang TeoritikPeluang Empiris
DasarTeori matematikaHasil percobaan
RumusP(A) = n(A)/n(S)P(A) = f(A)/n
NilaiTetapBerubah-ubah tergantung percobaan
ContohPeluang dadu muncul 4 = 1/6Hasil lemparan 100 kali muncul 4 = 20/100

Semakin banyak percobaan, peluang empiris mendekati peluang teoritik


H. SOAL CERITA PELUANG

📝 Contoh 1: Peluang dalam Kehidupan

Soal: Dalam sebuah kantong terdapat 5 kelereng merah, 3 kelereng biru, dan 2 kelereng hijau. Jika diambil satu kelereng secara acak, berapa peluang terambil kelereng merah?

Penyelesaian:

text

Total kelereng = 5 + 3 + 2 = 10 → n(S) = 10
Kelereng merah = 5 → n(A) = 5

P(merah) = 5/10 = 1/2 ✅

📝 Contoh 2: Peluang dalam Undian

Soal: Dalam sebuah kotak terdapat 15 bola yang diberi nomor 1 sampai 15. Jika diambil satu bola secara acak, berapa peluang terambil bola bernomor genap?

Penyelesaian:

text

Ruang sampel = {1, 2, 3, ..., 15} → n(S) = 15
Bola genap = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14} → n(A) = 7

P(genap) = 7/15 ✅

📝 Contoh 3: Peluang dengan Percobaan

Soal: Sebuah koin dilempar sebanyak 40 kali. Hasilnya angka muncul 22 kali dan gambar 18 kali. Tentukan:
a. Peluang empiris muncul angka
b. Peluang empiris muncul gambar

Penyelesaian:

text

a. P(angka) = 22/40 = 11/20 = 0,55 = 55% ✅

b. P(gambar) = 18/40 = 9/20 = 0,45 = 45% ✅

📝 Contoh 4: Peluang Dua Kejadian

Soal: Dua dadu dilempar bersama. Berapa peluang muncul mata dadu berjumlah 8?

Penyelesaian:

text

Ruang sampel = 36
Kejadian jumlah 8:
(2,6), (3,5), (4,4), (5,3), (6,2) → n(A) = 5

P(jumlah 8) = 5/36 ✅

📝 Contoh 5: Peluang Majemuk

Soal: Dalam sebuah kelas terdapat 30 siswa. 18 siswa menyukai matematika, 12 siswa menyukai IPA. Jika dipilih satu siswa secara acak, berapa peluang terpilih siswa yang menyukai matematika?

Penyelesaian:

text

Total siswa = 30 → n(S) = 30
Siswa suka matematika = 18 → n(A) = 18

P(matematika) = 18/30 = 3/5 = 0,6 = 60% ✅

I. LATIHAN SOAL

✏️ Soal 1: Menentukan Ruang Sampel

Tentukan ruang sampel dan banyak ruang sampel dari percobaan berikut!

  1. Melempar sebuah koin
  2. Melempar sebuah dadu
  3. Melempar dua koin
  4. Melempar dua dadu

✏️ Soal 2: Peluang Teoritik

  1. Sebuah dadu dilempar sekali. Tentukan peluang muncul mata dadu:
    a. 5
    b. Ganjil
    c. Kelipatan 3
    d. Kurang dari 4
    e. Lebih dari 4
  2. Sebuah koin dilempar sekali. Tentukan peluang muncul:
    a. Angka
    b. Gambar
  3. Dua koin dilempar bersama. Tentukan peluang muncul:
    a. Keduanya angka
    b. Satu angka dan satu gambar
    c. Keduanya gambar
  4. Dua dadu dilempar bersama. Tentukan peluang muncul:
    a. Jumlah mata dadu 5
    b. Jumlah mata dadu 9
    c. Jumlah mata dadu 10
    d. Jumlah mata dadu 12

✏️ Soal 3: Peluang Empiris

  1. Sebuah dadu dilempar 60 kali. Hasilnya:
    • Mata 1 muncul 9 kali
    • Mata 2 muncul 11 kali
    • Mata 3 muncul 10 kali
    • Mata 4 muncul 12 kali
    • Mata 5 muncul 8 kali
    • Mata 6 muncul 10 kali
    Tentukan peluang empiris muncul:
    a. Mata dadu 1
    b. Mata dadu genap
    c. Mata dadu lebih dari 3
  2. Sebuah koin dilempar 80 kali. Hasilnya angka muncul 46 kali dan gambar 34 kali. Tentukan peluang empiris muncul:
    a. Angka
    b. Gambar

✏️ Soal 4: Soal Cerita

  1. Dalam sebuah kotak terdapat 8 bola merah, 5 bola biru, dan 7 bola hijau. Jika diambil satu bola secara acak, berapa peluang terambil:
    a. Bola merah
    b. Bola biru
    c. Bola hijau
  2. Sebuah kotak berisi 20 kartu bernomor 1 sampai 20. Jika diambil satu kartu secara acak, berapa peluang terambil kartu:
    a. Bernomor genap
    b. Bernomor kelipatan 3
    c. Bernomor 7
    d. Bernomor kurang dari 10
  3. Dalam sebuah keranjang terdapat 12 apel, 8 jeruk, dan 10 mangga. Jika diambil satu buah secara acak, berapa peluang terambil:
    a. Apel
    b. Jeruk
    c. Mangga
    d. Bukan apel
  4. Sebuah dadu dilempar 120 kali. Hasilnya:
    • Mata 1 muncul 22 kali
    • Mata 2 muncul 18 kali
    • Mata 3 muncul 20 kali
    • Mata 4 muncul 25 kali
    • Mata 5 muncul 17 kali
    • Mata 6 muncul 18 kali
    Tentukan:
    a. Peluang empiris muncul mata dadu 4
    b. Peluang empiris muncul mata dadu ganjil
    c. Bandingkan dengan peluang teoritiknya!

✏️ Soal 5: Peluang Gabungan

  1. Dua dadu dilempar bersama. Tentukan peluang muncul:
    a. Jumlah mata dadu 6
    b. Jumlah mata dadu 11
    c. Mata dadu sama (kembar)
    d. Mata dadu berbeda
  2. Dalam sebuah kotak terdapat bola bernomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10. Jika diambil satu bola secara acak, tentukan peluang terambil:
    a. Bilangan prima
    b. Bilangan genap
    c. Bilangan ganjil
    d. Bilangan prima dan genap

J. RANGKUMAN

text

┌────────────────────────────────────────────────────────────┐
│                 📌 RINGKASAN PELUANG                     │
├────────────────────────────────────────────────────────────┤
│                                                            │
│  🔵 RUANG SAMPEL (S):                                     │
│  ├─ Koin 1: {A, G} → n(S) = 2                            │
│  ├─ Koin 2: {AA, AG, GA, GG} → n(S) = 4                  │
│  ├─ Dadu 1: {1,2,3,4,5,6} → n(S) = 6                    │
│  └─ Dadu 2: 36 kemungkinan → n(S) = 36                   │
│                                                            │
│  🔴 PELUANG TEORITIK:                                     │
│  ├─ P(A) = n(A) / n(S)                                   │
│  ├─ 0 ≤ P(A) ≤ 1                                         │
│  ├─ P(A) = 0 → mustahil                                  │
│  └─ P(A) = 1 → pasti                                     │
│                                                            │
│  🔴 PELUANG EMPIRIS:                                      │
│  └─ P(A) = f(A) / n (hasil percobaan)                    │
│                                                            │
│  💡 TIPS:                                                │
│  ├─ Peluang selalu dalam bentuk pecahan                   │
│  ├─ Semakin besar nilai peluang, semakin besar kemungkinan│
│  └─ Semakin banyak percobaan, empiris mendekati teoritik │
│                                                            │
└────────────────────────────────────────────────────────────┘

🎯 KUNCI JAWABAN

Soal 1 (Ruang Sampel)

  1. S = {A, G}, n(S) = 2
  2. S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, n(S) = 6
  3. S = {(A,A), (A,G), (G,A), (G,G)}, n(S) = 4
  4. S = 36 kemungkinan, n(S) = 36

Soal 2 (Peluang Teoritik)

  1. a. 1/6 | b. 3/6 = 1/2 | c. 2/6 = 1/3 | d. 3/6 = 1/2 | e. 2/6 = 1/3
  2. a. 1/2 | b. 1/2
  3. a. 1/4 | b. 2/4 = 1/2 | c. 1/4
  4. a. 4/36 = 1/9 | b. 4/36 = 1/9 | c. 3/36 = 1/12 | d. 1/36

Soal 3 (Peluang Empiris)

  1. a. 9/60 = 3/20 | b. (11+12+10)/60 = 33/60 = 11/20 | c. (12+8+10)/60 = 30/60 = 1/2
  2. a. 46/80 = 23/40 | b. 34/80 = 17/40

Soal 4 (Soal Cerita)

  1. Total = 20
    a. 8/20 = 2/5 | b. 5/20 = 1/4 | c. 7/20
  2. Total = 20
    a. 10/20 = 1/2 | b. 6/20 = 3/10 | c. 1/20 | d. 9/20
  3. Total = 30
    a. 12/30 = 2/5 | b. 8/30 = 4/15 | c. 10/30 = 1/3 | d. 18/30 = 3/5
  4. a. 25/120 = 5/24 | b. (22+20+17)/120 = 59/120 | c. Teoritik = 1/2 = 60/120, empiris = 59/120 (hampir sama)

Soal 5 (Peluang Gabungan)

  1. a. 5/36 | b. 2/36 = 1/18 | c. 6/36 = 1/6 | d. 30/36 = 5/6
  2. Total = 10
    a. Prima (2,3,5,7) = 4/10 = 2/5
    b. Genap (2,4,6,8,10) = 5/10 = 1/2
    c. Ganjil (1,3,5,7,9) = 5/10 = 1/2
    d. Prima dan genap (2) = 1/10

Semoga bermanfaat! Peluang ada di mana-mana dalam kehidupan sehari-hari! 🎲📚😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *